BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Penyidik Bidang Brantas Badan Narkotika Nasional Provinsi, terus melengkapi berkas perkara, kasus narkoba jenis Sabu dengan empat orang tersangka yakni, mantan Kepala LP Kelas IIA Kalianda, Muchlis Adji, Marzuli Yunus selaku napi yang mengendalikan Rechal Oksa oknum sipir dan oknum Polres Lampung Selatan Adi Setyawan.
Plt Kabid Brantas BNNP Lampung Richard PL Tobing mengatakan, pihaknya telah melengkapi hasil teliti dari Kejati Lampung. Selanjutnya berkas tersebut sudah diserahkan kembali ke Kejati.
"Waktu itu kan p19, masih ada yang kurang sudah kita Lengkapi," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (2/8/2018).
Richard menambahkan, hasil teliti jaksa hanya sekedar kelengkapan administrasi saja, sehingga tidak terlalu menyulitkan pihak penyidik, untuk melengkapi saja.
"Diminta kelengkapan saja identitas satu persatu, agar lebih lengkap dan kuat," katanya.
Sementara, Muchlis Adjie, Adi Setyawan dan  Oknum Sipir Rechal oksa sebagai tersangka pembiaran dan pemufakatan peredaran narkoba, yakni pasal 114 subsider pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009  Tentang Narkotika, Sementara Marzuli dikenakan Pasal 114 tentang menyimpan, memiliki dan mengedarkan.
Bahkan Muchlis terancam dikenakan pasal 137 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika soal pasal pencucian uang. Kendati demikian, penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung masih melakukan penyidikan, dengan membongkar hasil rekening koran dan melacak aliran dana dari empat buku rekening Muchlis, yang disita Direktorat TPPU BNN Pusat dan BNNP Lampung.
"Untuk TPPU masih dalam tahap sidik, karena kita masih menunggu hasil telaah dari Direktorat TPPU BNN Pusat dan BNNP Lampung," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR