BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Berkas perkara penyalahgunaan narkoba dengan tersangka Kasubbag Protokol Pemda Tulangbawang Barat AWU, PNS Dinas Perpustakaan Tubaba AK, dan HG sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono, mengatakan berkas perkara para tersangka sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Pihaknya tinggal menunggu petunjuk jaksa, kemudian melengkapinya agar segera dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka berikut barang bukti. “Ya berkas sudah dikirim ke kejaksaan tinggal menunggu petunjuk jaksa. Kalau sudah selesai semua tinggal pelimpahan tahap dua (P21),” kata Murbani, Selasa (3/4/2018).
Untuk kesekian kali, Kapolresta menegaskan anggota yang menangani kasus ini tidak boleh main-main. “Kalau yang gitu kita protap, perintah saya kita tegak lurus itu tidak boleh main main anggota,” kata dia.
Sebelumnya Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono menyebutkan bahwa Kasubbag Protokol Pemkab Tulangbawang Barat AWU  adalah pemodal dalam bisnis narkona yang ia lakukan dengan dua rekannya oknum PNS Dinas Perpustakaan Tulangbawang Barat AK dan HG  (35).
Menurut Murbani, jaringan ini sudah empat kali bertransaksi narkoba. Bukan hanya di Bandar Lampung juga diluar kota, salah satunya adalah di Metro. "Sudah 4 kali, ini satu tim. Ada yang sebagai pemodal atas nama Andhika. Sedangkan dua lainnya adalah pemakai dan membantu Andhika," kata Kapolresta.
Sementara itu tersangka Andhika membantah. Dirinya mengaku bukan pengedar, melainkan hanya pemakai. Dia berdalih mendapat narkoba dari tersangka Hedli Gunawan. "Baru dua kali pakai," kata dia.
Terkait uang tunai Rp1,5 juta yang disita dari Andhika, dia berdalih itu bukan uang hasil penjualan narkoba di Metro melainkan uang untuk yang dikumpulkan dari teman-temannya untuk membeli narkoba. "Itu uang patungan bareng bareng teman dari Metro," kata dia. 
Akibat perbuatannya mereka bertiga dijerat pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun.
Bersama tiga laki-laki itu polis juga mengamankan dua perempuan lainnya yakni Octamia Kusuma dan Nurul Choria Nabila. Keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) lebih sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR