SUDAH dari awalnya, manusia selalu memiliki banyak kehendak. Namun, dengan segala keterbatasannya, tidak semua kehendak itu dapat terealisasi. Andai saja seluruh kehendak itu bisa terpenuhi, tiga keinginan utama yang selalu menjadi dambaan adalah sehat jiwa dan raga, punya banyak harta, panjang umur.

Dalam kenyataan, tidak semua orang bisa mendapat tiga rezeki itu secara bersamaan. Untuk membesarkan hati, orang kemudian dengan nada pasrah sering berkata: "Yang penting berkah", seakan orang yang sehat, banyak harta, dan panjang umur banyak yang tidak berkah.



Tetapi memang, berkah itulah yang pada akhirnya menjadi harapan manusia, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Sejak kecil, orang tua mengajarkan anak-anaknya untuk berdoa sebelum makan. Begitu pula dengan tradisi kenduri. Makanan yang hendak dibagikan kepada tetangga dan kerabat (berkat) terlebih dulu didoakan sebagai ungkapan rasa syukur dan agar diberkahi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Doa sebelum makan dilakukan supaya makanan yang masuk ke tubuh dapat berguna bagi kesehatan ragawi dan rohani. Makanan yang diberkahi Tuhan dipercaya akan membawa kebaikan. Ada juga orang tertentu yang percaya, makanan yang tidak mendapat berkah tidak banyak bermanfaat bagi jiwa raga. Sebaliknya, justru akan merusak tubuh pelan-pelan dari bagian dalam.

"Biarlah kita makan seadanya asal yang penting makanan ini diberkahi Tuhan," demikian nasihat yang sering disampaikan orang tua kepada anak-anaknya dulu.

Jika dirunut lagi, berdoa memohon keberkahan rezeki sebenarnya sudah dimulai sejak bangun tidur. Isi permohonan itu agar semua pekerjaan dan aktivitas yang akan dilakukan sepanjang hari nanti berada di jalan yang baik, benar, dan diberkahi Tuhan. Hal sama dilakukan kembali esok pagi meskipun dengan segala kelemahannya manusia sering terpeleset ke jalan yang tidak benar.

Tuhan memberi sinar matahari yang sama kepada orang baik dan orang yang kurang baik. Orang yang berada di jalan yang benar dan terpeleset ke jalan yang keliru, esok pagi masih kembali berdoa dengan cara dan isi permohonan yang sama seperti kemarin.

Ketika aktivitas dan pekerjaan mendatangkan hasil berupa makanan, orang kembali berdoa memohon berkah. Sama seperti memberi matahari yang sama, Tuhan juga memberi rezeki yang sama kepada orang yang bekerja di jalan yang baik maupun orang yang bekerja di jalan yang tidak baik. Untuk golongan orang-orang yang kedua ini, mereka juga tetap berdoa sebelum makan.

Mungkin mereka mengira makanan yang diperoleh dengan cara tidak baik tetap akan mendapat berkah jika terlebih dulu berdoa sebelum bersantap. Kalau dalam bahasa yang lebih lugas pertanyaannya adalah: "Apakah makanan yang diperoleh dari hasil korupsi akan diberkahi Tuhan?" Atau: "Apakah makanan yang dibeli dari uang hasil kejahatan, merampok, membegal, menipu, memeras orang lain, akan diberkahi Tuhan?"

Andai tidak diberkahi, mengapa banyak koruptor dan para pelaku kejahatan lain memiliki tubuh yang sehat? Sebaliknya, banyak orang yang hidupnya dikenal lurus-lurus saja malah terserang berbagai penyakit, semisal diabetes, tekanan darah tinggi, asam urat, dan penyakit lain.

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu karena semuanya adalah misteri Tuhan. Tetapi satu hal yang jelas, meskipun berdoa sebelum makan itu penting tetaplah bagi penderita diabetes jangan mengonsumsi makanan yang manis-manis. Bagi penderita tekanan darah tinggi jangan mengonsumsi makanan tinggi kolesterol. Pun bagi penderita asam urat tetap hindari mengonsumsi jeroan hewan ternak. Pada akhirnya, doa memohon berkah berkaitan erat dengan suasana damai karena merasa telah berada di jalan yang baik dan benar.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR