LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 July
6754

Tags

LAMPUNG POST | Berjaya tanpa Pupuk Subsidi
Ilustrasi pupuk. www.pupukorganiknasa.com

Berjaya tanpa Pupuk Subsidi

PEMERINTAH berencana menurunkan anggaran subsidi pupuk pada 2018 menjadi Rp28 triliun dari tahun ini yang mencapai Rp31,33 triliun. Dengan begitu, petani saat ini dan ke depan dituntut lebih mandiri dalam meningkatkan produktivitasnya.
Pengurangan ini diprediksi tidak menyebabkan pemangkasan volume pengadaan pupuk. Volume pengadaan pupuk subsidi tahun depan dicanangkan 8,55 juta ton plus 1 juta ton sebagai pencadangan. Angka tersebut tidak berbeda dengan tahun ini.
Awalnya pemerintah menggulirkan program pupuk bersubsidi untuk memberi jaminan ketersediaan pupuk bagi para petani. Kebijakan ini sekaligus melindungi petani dari gejolak harga pupuk, dan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian.
Lewat program pubuk bersubsidi, petani cukup membayar Rp1.790/kg untuk jenis Urea, sedangkan jika tanpa program subsidi harga Urea di pasar mencapai Rp4.800 per kg. Dengan harga terjangkau, petani tidak perlu susah membeli pupuk.
Tetapi tidak berbeda jauh dengan program subsidi lainnya, pelaksanaan di lapangan jauh panggang dari api. Meski pemerintah membantu memberikan subsidi pupuk, petani mengalami kendala saat masa pemupukan. Pupuk subsidi langka didapat.
Hal itu dipicu distribusi pupuk bersubsidi berlaku terbuka. Tidak sedikit kasus berujung kurungan penjara bagi oknum penyalahgunaannya. Distributor dan pengecer mengoplos pupuk subsidi menjadi pupuk nonsubsidi dan menjualnya ke industri.
Tahun lalu, pemimpin perusahaan distributor terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi yang merugikan negara Rp527 juta. Ini contoh kasus pupuk bersubsidi rentan disimpangkan oknum berwatak culas.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menemukan celah korupsi program pupuk bersubsidi di tingkat perencanaan, penentuan harga pokok penjualan hingga penyaluran komoditas tersebut sepanjang 2014—2016. Pupuk subsidi jadi lahan bancakan.
Karena itu, kita sepakat pengurangan anggaran pupuk subsidi perlu dilakukan. Pengurangan ini menuntaskan kerumitan distribusi pupuk subsidi. Petani dapat terus menghasilkan komoditas pertanian terbaik tanpa disubsidi.
Bahkan di Lampung Tengah, pemerintah setempat menghadirkan Pupuk Ronda sebagai solusi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk dan dalam jangka panjang. Sebenarnya, petani bukan butuh subsidi pupuk, melainkan kepastian harga pupuk di pasaran.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv