KOTABUMI (Lampost.co) -- Pihak Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Lampung Utara memberi efek jera dengan memvonis tinggi para terpidana kasus pencabulan anak dibawah umur.

Ketua PN Lampung Utara Arief Hakim Nugrah melalui Humas Faisal Zhuhry kepada Lampost.co, Senin (6/8/2018) mengatakan untuk penanganan kasus perkara pencabulan anak dibawah umur, pihaknya akan memberi ancaman cukup berat yakni dari ancaman maksimum ditambah dengan sepertiga hukuman.



Hal itu telah diterapkan kepada dua orang terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur dengan memvonis dua orang terdakwa pada pekan lalu yakni masing-masing Jumino (45) warga Kotabumi di vonis 15 tahun penjara dan terdakwa Hartono (41) warga Kecamatan Tajungraja, Lampung Utara di vonis 16 tahun penjara.

"Kedua terdakwa ini terbukti bersalah melakukan pencabulan anak hingga mengaulinya dan kami memvonis dengan hukuman seberat-beratnya," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga tidak mentolerir para pelaku cabul yang mengakibatkan para korbanya mengalami ganguan psikis dan masa depanya rusak. Dalam persidangan, para terdakwa terbukti melanggar Pasal 82 Ayat 2 UU No. 17 Tahun 2016 tentang peraturan pemerintah penganti UU No. 1 Tahun 2016  tetang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 76 E UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

"Untuk menghidari dan upaya pencegahan pihaknya berharap peran serta orang tua agar dapat lebih memperketat melakukan pengawasan terhadap anak-anakanya," katanya.

Menurutnya kasus pencabulan sebagian besar pelakunya diketahui adalah orang-orang terdekat dengan korban.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR