BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Unit PPA Satreskrim Polresta Bandar Lampung ternyata menghentikan penyelidikan dan penyidikan, perkara dugaan asusila yang dialami RF (15) siswa salah satu SMA negeri, dan terlapor AQ (35) oknum guru di sekolah tersebut.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, penghentian perkara tersebut, karena pelapor yakni Sum orang ruang tua dari korban, mencabut perkara tersebut.
"Sudah kita hentikan, karena sekitar beberapa bulan lalu, dicabut laporannya, waktu itu kita sudah periksa saksi pelapor, terlapor dan sempat gelar perkara," kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, Rabu (1/8/2018).
Menurut Harto, adanya pencabutan perkara tersebut, karena pihak pelapor dan terlapor sudah melakukan mediasi, dan pertemuan. Akhirnya, keduanya menyelesaikan secara kekeluargaan.
"Katanya ada pertemuan di rumah pelapor yang disaksikan warga, Babinkamtibmas setempat, kami juga waktu itu, cuma diberi tahu lewat surat, hasil pertemuan tersebut," katanya. 
Terlapor AQ enggan berkomentar banyak, ketika dikonfirmasi terkait adanya proses perdamaian tersebut, namun ia membenarkan kalau pelapor sudah mencabut perkara tersebut, dan proses perdamaian antara keduanya.
"Intinya gini, yang dituduhkan enggak bener, dan laporan sudah dicabut," katanya.
Sementara Sum, selaku orang tua dari RF tak bisa dikonfirmasi, meski ponselnya dalam keadaan aktif, pesan singkat dan WahsApp juga tak dibalas. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR