BERBURU masih diperbolehkan asal lokasi dan pelaksanaannya mendapat izin dari pihak berwenang. Namun, ada juga berburu yang tidak perlu izin, berburu belanja.

Iya kidah.... pikha ya kuti aga belanja, asal wat duitni (Iyalah... berapa saja mau belanja, asal ada uangnya).



Namun, ini cerita tentang berburu suaka oleh warga negara Kuba ke Amerika Serikat. Kini mereka harus meredam impiannya ketika AS mengakhiri kebijakan imigrasinya.

Sejak awal tahun lalu, karavan pemburu suaka telah sering menjadi sasaran Presiden AS Donald Trump yang menyarankan kebijakan imigrasi yang lebih keras. Banyak pengkritik mengatakan pernyataan presiden AS itu telah memperluas kelompok mencari cara lain memperoleh status sah.

Kheno do kik aga mbangik, lamon tantanganni. Wat-wat gawoh (Memang begitu jika ingin kehidupan lebih baik, banyak tantangan. Ada-ada saja). 

Tambahan warga Kuba dalam arus migran itu menambah tekanan atas tempat penampungan yang sudah kelebihan penghuni dan pemerintah perbatasan di Meksiko serta Amerika Serikat.

Lebih dari 100 ribu orang ditahan dan atau menyerahkan diri kepada pemerintah pada Maret, kata Gedung Putih pada Jumat lalu (5/4), jumlah paling banyak dalam satu dasawarsa. Trump telah mengancam akan menutup perbatasan atau memberlakukan kebijakan tarif atas Meksiko sebagai pembalasan.

Selain itu, kata sebagian pengkritik sikap lebih keras Trump dalam hubungan dengan Kuba telah menambah harapan warga Kuba—yang secara ekonomi lemah dan sangat terkekang di pulau tersebut.

Gedung Putih dan pemerintah Kuba belum menanggapi permintaan komentar, sementara lembaga migrasi Meksiko juga enggan berkomentar.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR