KOTABUMI (Lampost.co) -- Yulhaidir (47) warga Desa Gedungbatin, Sungkai Utara terdakwa kasus pencabulan seorang siswi SMA berinsial ML(16) dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang di  Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Lampung Utara, Senin (13/5/2019).

Dalam sidang tersebut diketuai Mejelis Hakim Imam Munandar beranggotakan M. Faisal Zhuhry dan Suhadi Putra serta panitara penganti M. Ardiansyah. Sementara JPU Kejari Lampung Utara Hari Ningsih menyatakan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa yakni perbuatan terdakwa menimbulkan rasa malu dan trauma terhadap korban.



Sementara hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan berterus terang serta ada surat perjanjian damai antara terdakwa dan korban. "Atas perbuatan terdakwa tersebut, maka dituntut lima tahun penjara dan denda sebesar Rp5 miliar. Apabila tidak dapat membayar maka ditambah hukumannya tiga bulan penjara," katanya.

Sesuai dalam isi dakwaannya awalnya terdakwa mengendarai sepeda motor seorang diri dan tiba di jalan raya Desa Baturaja, Sungkai Utara pada 25 Desember 2018 lalu sekitar pukul 09.00. Pada waktu itu, terdakwa melihat korban berinisial ML (16) mengendari sepeda motor seorang diri dan langsung dikejar serta dipepetnya. Pada saat yang bersamaan dengan sengaja, tangan kiri terdakwa langsung meremas-remas payudara dan korban langsung menjerit.

Setelah melakukan perbuatan tersebut, tedakwa kabur dan korban sendiri yang mengenalinya langsung melapor ke aparat Mapolsek setempat.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR