LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 June
10875
Penulis Hesma Eryani
LAMPUNG POST | Berbagi Kraft Hasilkan 500 Resep dari Masyarakat
Puncak acara dan buka puasa bersama program #BerbagiKreasiKRAFT yang digelar Mondelez Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/6/2017). Dok. Modelez Indonesia

Berbagi Kraft Hasilkan 500 Resep dari Masyarakat

JAKARTA—Program #BerbagiKreasiKRAFT yang digelar PT Modelez Indonesia—produsen keju Kraft--selama Ramadan menghasilkan 500 resep yang diunggah masyarakat ke situs www.bundakraft.com. Fakta ini menunjukkan masyarakat Indonesia sudah mulai berani berkreasi menggunakan keju sebagai bahan utama masakan sehari-hari.
“Masyarakat sudah mulai berani berkerasi dalam mengolah keju untuk digunakan sebagai bahan dasar masakan, dan tidak hanya sekedar menjadi topping atau hiasan sajian,” kata Putri Happy, Senior Brand Manager Meals, Mondelez Indonesia pada puncak acara dan buka puasa bersama program #BerbagiKreasiKRAFT di Jakarta akhir pekan lalu.
Menurut dia, setelah dilakukan analisa terhadap resep-resep tersebut, didapatkan data kreasi resep terbanyak adalah untuk jenis resep menu pembuka sebesar 29,53%, dilanjutkan dengan resep menu utama dan kue dengan persentase yang sama, 29,9%, dan diikuti dengan resep menu penutup sebesar 12,28%.
Dari sisi demografis diketahui pula tidak semua peserta adalah para bunda, karena ada 3% dari keseluruhan peserta yang adalah laki-laki.

Puncak acara dan buka puasa bersama program #BerbagiKreasiKRAFT yang digelar Mondelez Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/6/2017). Dok. Modelez Indonesia
Program #BerbagiKreasiKRAFT berlangsung sejak awal Ramadan. Melalui program ini, keju KRAFT juga bermaksud berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan, yaitu denganmengkonversikan setiap satu resep yang diikutkan di www.bundakraft.com menjadi sepuluh sajian buka puasa khas Keju KRAFT.
Komitmen Keju KRAFT untuk mengkonversikan tiap satu resep untuk menjadi sepuluh hidangan berbuka puasa khas Keju KRAFT untuk anak-anak panti asuhan pun sudah mulai dilaksanakan dan 200 anak di antaranya diundang untuk menghadiri kegiatan puncak rangkaian #BerbagiKreasiKRAFTdi Ballroom Hotel Grand Mahakam Jakarta.
Pada puncak acara ini diberikan apreasi kepada lima orang peserta #BerbagiKreasiKRAFT terbaik dengan total hadiah sebesar Rp10 juta, hiburan seru dari Dik Doank, dan anak-anak dari Kandank Jurank Doank yang memainkan alat musik daur ulang, serta tausiah Ramadan.
Happy merasa sangat gembira dengan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini. Ini artinya ada banyak sekali anak-anak panti asuhan yang bisa menikmati sajian berbuka puasa khas Keju KRAFT.
“Bagaimanapun komitmen untuk berbagi sajian berbuka puasa dengan 5.000 orang anak ini akan tetap kami penuhi dan kami telah melakukan kunjungan kepada 64 panti asuhan yang tersebar di area Jabodetabek dan mereka telah menikmati beberapa menu favorit dari partner utama Keju KRAFT yang dipilih oleh peserta #BerbagiKreasiKRAFT di www.bundakraft.com,” jelas Happy.
Sachin Prasad, President Director Mondelez Indonesia, mengatakan ide melibatkan anak-anak panti asuhan sebagai penerima manfaat dari kegiatan #BerbagiKreasiKRAFT ini selain sebagai komitmen Mondelez Indonesia untuk memberikan kebahagiaan bagi yang membutuhkan, juga untuk sebagai bentuk dukungan pihak swasta kepada pemerintah untuk turut melindungi dan menjaga anak-anak yang membutuhkan.
Menurut Happy, keju KRAFT merupakan keju olahan yang lezat, higienis dan bergizi mengandung protein dan vitamin D serta berkalsium tinggi. Tiga jenis keju KRAFT yaitu keju Cheddar, keju olahan siap saji yang lebih terasa kejunya.
Quick Melt, keju dengan tekstur yang lembut dan mudah meleleh ketika dipanaskan dengan rasa gurih seperti rasa mentega, dan warna kuning ketuaan, serta KRAFT singles yang merupakan keju lembaran siap saji adalah jenis dari Keju KRAFT yang saat ini bisa dikonsumsi siapa saja.
“Dalam setiap kegiatan, pihaknya juga melakukan edukasi mengenai manfaat konsumsi keju dan jenis keju apa yang cocok untuk tiap jenis masakan, termasuk pada kegiatan #BerbagiKreasiKRAFT ini. Edukasi dilakukan karena mengingat tingkat konsumsi keju di Indonesia yang baru 20%.
“Tentu saja ini datang dari berbagai faktor, termasuk mind set masyarakat bahwa keju adalah makanan orang barat dan hanya enak untuk disajikan dengan resep masakan barat, padahal tidak benar, oleh karena itu, kami pancing dengan cara yang kreatif ini,” kata Happy.

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv