MENDEKORASI rumah dengan beragam tema tengah digandrungi sebagian masyarakat, utamanya para ibu. Di Lampung, mereka membentuk wadah Home Decor Lover (HDL) Family Lampung, berkumpul dan saling berbagi inspirasi mempercantik hunian.

Mengunjungi rumah milik salah satu anggota HDL Family Lampung, Eka Aristiyanti, aneka ornamen dan pernak-pernik warna merah muda menyambut. Setiap sudut ruangan rumah yang berdiri di bilangan Jalan Antasari, Bandar Lampung, tersebut menawarkan tema yang berbeda.



Eka mengisahkan komunitas HDL Family Lampung dibentuk sejak Juni 2017 untuk mengakomodasi para pencinta dekorasi rumah di Bumi Ruwa Jurai.

Selain Lampung, hampir seluruh daerah di Indonesia sudah memiliki perwakilan komunitas serupa.

"Awalnya dibentuk di Jakarta, tidak lama karena antusias pencinta dekorasi rumah cukup banyak, untuk mengakomodasinya terbentuklah komunitas ini," ujar Eka.

Hingga saat ini, ada 32 anggota aktif yang bergabung di HDL Family Lampung. Mereka adalah pencinta dekorasi rumah dari berbagai daerah, seperti Bandar Lampung, Metro, hingga Way Kanan.

Didominasi perempuan dan ibu-ibu muda, Eka menyebut komunitas itu dibentuk untuk mengakomodasi pemilik hobi mempercantik hunian. "Motivasi awal bergabung pastinya karena hobi, suka dekorasi rumah. Ingin rumah lebih terlihat cantik, lucu, dan menarik, jadi makin betah di rumah," kata ibu dua anak itu.

Untuk mengasah kreativitas anggotanya, setiap minggu komunitas ini memberikan tantangan dari komunitas HDL Pusat yang dapat diikuti oleh seluruh anggota di daerah. Tema yang diberikan pun selalu berbeda, seperti mengkreasikan dapur, taman, kamar, dan bagian lain dari hunian.

"Jadi selain banyak teman, kami juga bersilaturahmi, banyak kegiatan positif yang didapat. Kemudian dari challenge yang nantinya di-posting di media sosial akan dipilih sembilan posting-an paling bagus dan mendapat hadiah dari sponsor," ujarnya.

Kegiatan lain yang juga menjadi agenda HDL, di antaranya arisan yang digelar dua bulan sekali dan temu anggota sekaligus membuat karya bersama. "Pertemuan dilakukan setiap empat bulan sekali. Biasanya kami bersama-sama membuat kreasi dari bahan bekas, misalnya kaleng atau lainnya," kata dia.

 

Seleksi Ketat

Eka menyebut tidak semua pencinta dekorasi rumah bisa bergabung di komunitas tersebut. Ada seleksi cukup ketat, seperti harus follow akun HDL, yang kemudian akan diseleksi, apakah orang tersebut benar-benar home dekor lovers atau bukan.

Tidak sampai di situ, setelah menjadi anggota komunitas, posting-an masing-masing anggota juga masih akan terus dipantau. "Kami cukup selektif karena tidak mau kalau hanya ingin menumpang eksis."

Menurut Eka, dengan aturan ketat yang dibuat, komunitas HDL diharapkan benar-benar menginspirasi banyak orang lewat posting-an dan karya yang dibuat. (M2)

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR