TINDAKAN kriminalitas yang terjadi di jalan tol trans-Sumatera (JTTS) harus menjadi perhatian serius bagi pengelola jalan tol dan aparat keamanan. Sudah sepantasnya para pengguna jalan tol mendapat dukungan keamanan penuh karena telah membayar agar dapat menikmati seutuhnya fasilitas jalan cepat bebas hambatan.

Dengan adanya tindakan perampokan oleh lima kawanan bandit yang terjadi di JTTS, di Km 143, Terbanggibesar, Minggu (18/8), pukul 22.00, kenyamanan para pengguna jalan tol jelas sudah terganggu dan akan dihantui rasa waswas ketika melintasi jalan tol.



Perampokan yang menimpa warga Palembang saat menuju ke Lampung tersebut menggasak harta benda milik korban dengan kerugian mencapai puluhan juta. Beruntung, para kawanan bandit jalan tol tersebut tidak melukai korbannya.

Atas kejadian tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung bersama Satreskrim Polres Lampung Tengah kini masih terus melakukan pengejaran tiga dari lima perampok. Dua di antaranya sudah ditangkap.

Kawanan bandit jalan tol di Lampung ini jadi fenomena baru. Sebagai tindakan kriminalitas, sebelumnya pengguna jalan tol juga menjadi korban pelemparan batu. Salah satu pengguna jalan tol yang merupakan warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mobilnya mengalami pecah kaca karena dilempar batu oleh orang tidak dikenal saat melintasi JTTS pada 15 Mei 2019.

Hingga kini belum terungkap motif dan dalang di balik tindakan yang merugikan pengguna jalan tol itu. Perkara pelemparan batu di jalan tol itu belum usai, tetapi kasus baru kriminalitas sudah kembali terjadi di jalan tol.

Jalan tol merupakan akses jalan berbayar yang banyak diminati dan dipilih pengguna jalan untuk mendapatkan perjalanan lebih nyaman, cepat, dan tentunya aman. JTTS tidak hanya menjadi lintasan sehari-hari warga Lampung. Namun, para pengguna jalan dari berbagai wilayah di Pulau Sumatera maupun Jawa menjadikan JTTS sebagai jalur pilihan. Dengan kejadian tindakan kriminalitas tersebut, jangan sampai ruas jalan tol di wilayah Lampung dicap sebagai zona merah karena pengguna jalan resah oleh rasa tidak aman.

Polda Lampung maupun Polres terkait harus mengusut tuntas perkara kejahatan di jalan tol tersebut hingga tuntas agar para pelaku mendapatkan efek jera. Selain itu, Polda Lampung bersama polres wilayah pendukung pada ruas jalan tol juga harus mengintensifkan anggotanya untuk melakukan dan memperkuat patroli pencegahan yang dilaksanakan secara real time. Jangan memberikan celah sedikit pun bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

Bibit-bibit aksi perampokan di jalan tol harus ditumpas sejak dini. Jangan sampai pengguna jalan tol yang berharap mendapatkan kenyamanan perjalanan di jalan tol justru terhambat bandit-bandit kejam yang tidak hanya menggasak harta benda korban, tetapi juga tega menghabisi nyawa manusia. ***

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR