KERUI (Lampost.co) -- Satuan Reseserse dan Kriminal Polres Lampung Barat berhasil menyelamatkan baby lobster (benur) sebanyak 20.288 ekor dari tiga Tempat Kejadian Perkara di Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu, 14 September 2019.

Kanit tipiter Ipda Juherdi bersama anggota dibantu Tim  Tekab 308, Satreskrim Polres Lampung Barat berhasil mengamankan baby lobster tersebut yang ditaksir bernilai Rp3 miliar lebih berikut pengepul atau penjualnya.



Penangkapan pertama di Kecamatan Pesisir Utara, kemudian di Kecamatan Pesisir Selatan  an Kecamatan Ngambur. Dalam ungkap di tiga TKP tersebut, polisi mengamankan 20.288 baby lobster, dan semua TKP berada di kabupaten Pesisir Barat.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silva Setiawan, , mendampingi Kapolres AKBP Doni Wahyudi, S.Ik., mengatakan, untuk ungkap pertama di Kecamatan Pesisir Utara atas nama TA alias AAN, pada Senin, 9 September 2019. "Barang bukti yang kita amankan 8.685 ekor baby lobster,” terangnya.

Kata dia, dari informasi yang diterima pihaknya melakukan penyelidikan, yaitu sekitar pukul 16.30 tim Tipidter bersama Opnal mendapatkan informasi bahwa ada kegiatan tindak pidana penangkapan dan/atau pengeluaran benur lobster di Pekon Kerbang Dalam Kecamatan Pesisir Utara.

"Anggota kami melihat mobil pelaku pada saat diberhentikan pelaku melarikan diri, kemudian dilakukan pengejaran hingga 15 menit," kata dia.

Pelaku ditangkap, selanjutnya pelaku TA alias AAN diminta menunjukan tempat penyimpanan baby lobster dan ternyata benar baby lobster disimpan di suatu rumah, di dalamnya didapat 8.685 ekor benur dengan nilai Rp3 miliar lebih yang akan di jual ke Kabupaten Bintuhan, Provinsi Bengkulu.

Di TKP kedua, pelaku yang berhasil diamankan berinisial PP  warga Pekon Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan. PP diamankan Kamis, 12 September pukul 13.00. Penangkapan juga bermula saat tim melakukan penyelidikan dari informasi yang diterima.

”Kami kemudian melakukan penggerebekan dan didapati pelaku PP sedang menghitung benih lobster sekitar 5.000 ekor, dan barang bukti lainnya yang hampir sama dengan alat-alat yang diamankan dari tersangka pertama,” ujar Kasat.

Selang beberapa waktu polisi kembali mengungkap kasus serupa di TKP Kecamatan Ngambur. Tersangka yang diamankan berinisial WS. Saat penggrebekan, pelaku sedang menghitung benur di kediamannya 6.603 ekor dan barang bukti lainnya.

"Benur diamankan 20.288 ekor dan telah dikomunilasikan dengan Balai Karantina ikan untuk pelepasan dan pengukuran terhadap benih lobter tersebut, sementara untuk tersangka dan barang bukti lainnya diamankan di Mako Polres untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," kata Made.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR