JAKARTA (Lampost.co)-- Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang tidak mau bubar dari ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (22/5/2019)dini hari.

Setelah diawali peringatan yang tak diindahkan massa, polisi mulai mendorong massa ke arah Tanah Abang dan menembakkan gas air mata sekira pukul 00.39 WIB.



Polisi menurunkan pasukan bermotor untuk membubarkan aksi massa di sekitar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Rabu dinihari.

Pasukan polisi bermotor yang berjumlah puluhan tersebut diarahkan menuju ke dua lokasi tempat bertahan massa. Massa  terkonsentrasi di dua tempat yakni Jalan Wahid Hasyim (arah Tanah Abang) dan Jalan Wahid Hasyim (arah Gondangdia).

Penurunan puluhan polisi bermotor tersebut dilakukan   usai polisi memberikan tembakan peringatan ketiga yang tidak diindahkan oleh massa. Massa  tetap bertahan di dua tempat tersebut.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono turun langsung untuk memberikan komando pembubaran massa.

Setelah sempat membubarkan diri sejak 20:30 WIB, massa ada yang kembali berkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu pada pukul 21:30 WIB dan melakukan orasi.

Bukan hanya orasi, para peserta aksi demonstrasi juga merusak pagar barikade.

Demonstrasi di depan Bawaslu dapat dibubarkan seluruhnya pada 22:45 WIB dan massa berkumpul di Jalan Wahid Hasyim (arah Tanah Abang dan Gondandia).

Beberapa orang terlihat diamankan dan digelandang oleh anggota kepolisian dari Sabhara dan Brimob ke Gedung Bawaslu untuk selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Informasi beredar, petugas mengamankan 20 orang pengunjuk rasa usai membubarkan paksa massa aksi di Bawaslu RI. Jumlah orang yang ditangkap kemungkinan akan bertambah karena massa belum bubar seluruhnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR