MENGGALA (lampost.co) -- Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi yang makin mudah diakses, orang tua dan guru perlu membentengi anak-anaknya agar bijak menggunakan teknologi. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membekali pengetahuan akhlak kepada anak sedini mungkin.
Hal tersebut, menurut Kepala Taman Kanak-kanak Cendikia, Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, Sri Setyowati yang menjadi program prioritas di sekolahnya. Menurut Sri, selain pengenalan pendidikan akademik, pengenalan pendidikan akhlak dan moral tidak kalah penting bagi anak. Sebab hal tersebut berkaitan dengan keseimbangan tumbuh kembang dan kecerdasan mereka.
"Anak ibarat kertas putih yang bersih, jika sejak dini sudah diberikan fondasi akidah akhlak yang kuat, mereka akan cerdas secara imbang antara akademik dan mental," kata Sri, Rabu (22/11/2017).
Dia menjelaskan cara mengenalkan pendidikan akhlak kepada anak dapat dilakukan dengan pola pembiasaan melalui berbagai kegiatan bermain dan belajar bersama, seperti mengajak anak berdoa setiap akan melakukan aktivitas, membaca, dan memahami surah-surah pendek Alquran, hingga meneladani kisah para nabi dan Rasul dengan bimbingan para guru.
Dalam membimbing dan mendampingi siswa, para guru juga mengutamakan pendekatan karakter dengan pola kasih sayang, perhatian, pembiasaan, serta pengenalan akidah. Meskipun masih tergolong usia dini, para siswa sudah mulai diajarkan untuk menghafal doa, surah pendek Alquran, serta sirah atau kisah-kisah para nabi hingga hadis nabi.
"Di usia dini, anak masih memiliki sifat imitasi (meniru) sehingga ketika dikenalkan secara berulang-ulang, mereka cepat mengingatnya," kata Sri.
Bahkan untuk mendukung penanaman pendidikan akhlak, setiap tema pendidikan akademik yang diberikan para guru akan langsung dikaitkan dengan surah dalam Alquran maupun hadis.
"Tema one day one hadis atau ayat Alquran itu maksudnya adalah tahap mengenalkan kepada anak-anak, jika setiap pelajaran yang diberikan berkaitan dengan Alquran," ujarnya.

Tidak Membosankan



Sri menambahkan agar setiap kegiatan yang dilakukan tidak membosankan, para guru juga dituntut kreatif dalam membangun suasana belajar. Selain melakukan aktivitas belajar di kelas dan lingkungan sekolah, para guru di TK Cendekia kerap mengajak siswa untuk belajar di lingkungan sekitar sekolah.
"Anak-anak diajak langsung untuk mengenal lingkungan dengan cara jalan-jalan di sekitar sekolah agar lebih cepat mengingat dan tidak bosan," kata dia.
Selain untuk merangsang saraf motorik kasar anak, bermain merupakan dunia anak sehingga guru harus dapat menciptakan suasana belajar sambil bermain yang mengasyikan.
Adapun untuk menyamakan pola asuh antara di sekolah dan di lingkungan keluarga, TK Cendikia kerap mengadakan pertemuan dengan para orang tua siswa, guna memberikan bekal pengetahuan pola asuh kepada mereka. "Tujuannya memberikan saran, tema, dan pola pengasuhan yang tepat bagi anak serta memberikan bekal orang tua dalam pengasuhan," ujar Sri.
 

 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR