KALIANDA (Lampost.co) -- Jelang musm tanam,  petani jagung diaejumlah desa kecamatan Ketapang, Lampung Selatan kelimpungan. Pasalnya  bibit jagung yang mereka gandrungi,  diantaranya merek NK 7328 Summo, P27 Gajah Ekstra dan NK 22 hilang dari pasaran.  

“Adapun di kios pertanian harga bibit jagung yang biasa ditanam petani hsrganya sangat tinggi, mencapai Rp 450ribu sampai Rp 500ribu per sak (isi 5kg). Padahal sebelumnya harga kisaran Rp 370ribu-Rp 390ribu per saknya “ kata salah satu pengepul jagung di desa Sumbernadi,  kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Wauan Sujana kepada Lampost.co, Sabtu (14/10/2017).



Hal senada diungkapkan Masrol,  petani jagung si Dusun Tamanjaya,  desa Tamansari,  kecamatan Ketapang.  Menurut dia,  petani diwilayah kecamatan Ketapang dan sekitarnya puas dengan hasil panen dari benih -benih jagung tersebut, terutama NK 7328 Summo. Dikatakannya, satu sak benih jagung Summo menghasilkan 80-90 karung atau sekitar 4ton jagung.  Sementara,  benih lain hanya menghasilkan sekitar 40 karung.

“Modal tanam jagung cukup besar,  kalau kita paksakan menanam dengan benih lain kami bisa rugi, “ kata Masrul. 

Ia  mengaku tidak hanya ke kios pertanian yang ada  di kecamatan Ketapang saja,  bahkan ke kios yang ada  Sragi dan Palas telah dikunjungi, namun hasilnya nihil. 

“Biasanya saat musim tanam yang langka itu pupuk. Tapi sekarang kok benih jagung yang langka,” ujarnya.

Walau benih yang dibutuhkan petani hilang dari peredaran, ia mengaku bersama puluhan petani jagung lainnya masih akan menunggu sampai akhir bulan Oktober.
“Kalau sampai akhir bulan oktober belum juga kami dapatkan.  Ia akan memilih menggunakan benih lokal.

“Kami tidak akan menggunakan benih lainnya. Kalau benih jagung Summo ini tidak kami dapatkan hingga akhir oktober, lebih baik kami menggunakan benih lokal,  benih jagung yang kita buat sendiri. Jalau tidak sempat membuat bwnih jagubg lokal. Terpajaa kami tunda tanam jagung hingga musim depan, “ ungkap Ari. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost co,  kelangkaan benih jagung yang disukai petani tersebut, paska ada aksi borong besar besaran benih jagung Summo menjelang musim tanam. 

Pemilik kios pertanian mengaku bertemu seorang pemuda yang membeli benih jagung summo dengan harga diatas harga pasaran. “Biasanya kami jual per sak Rp 380ribu. Ini malah ada yang beli dengan harga tinggi dalam jumlah besar Rp 420ribu per sak. Pembelinya seorang pemuda usia 30an tahun keatas,” jelas pemilik kios pertanian di komplek pasar desa Sri Pendowo, kecamatan Ketapang.

Menurutnya, jika ini terus berlanjut, kemungkinan besar petani  di kecamatan Ketapang gagal menanam jagung. Ia juga heran kenapa sudah dua kali kunjungan,  penyalur benih jagung NK 7328 Summo absen. 

“Biasanya juga setiap bulan,  agen benih jagung Summo datang ke kios kami.  Namun sudah dua bulan ini,  mereka tidak kirim barang,” ucapnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR