LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 10 July
4955
Penulis Lampung Post
Editor Delima

Tags

LAMPUNG POST | Bencana Demam Berdarah
Ilustrasi. (Foto : MTVN)

Bencana Demam Berdarah

(Lampost.co)--Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok bagi negara-negara di Asia Tenggara, terutama negara tropis, termasuk Indonesia. Terlebih, penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Untuk kawasan Asia Tenggara, kasus ini terus mengalami peningkatan sejak 2015. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization [WHO]) telah mengestimasi 390 juta kasus infeksi dengue per tahun. Jumlah ini akan terus bertambah lantaran pengaruh perubahan cuaca.

Indonesia termasuk salah satu negara dengan risiko DBD yang cukup tinggi. Menurut Kementerian Kesehatan RI, pada Januari—Februari 2016, tercatat sebanyak 13.219 orang menderita DBD dengan jumlah kematian mencapai 137 orang.

Tahun lalu, proporsi terbanyak penderita penyakit ini di tanah air masih pada golongan usia 5—14 tahun sebesar 42,72%. Namun, patut diwaspadai penyakit ini juga menyerang usia produktif yakni 15—44 tahun sebanyak 24,49% dari keseluruhan kasus.

Di Bumi Ruwa Jurai, terhitung sejak Januari hingga Mei 2017, 9 nyawa melayang akibat DBD. Korban berasal dari Bandar Lampung sebanyak 1 orang, Tanggamus 1 orang, Metro 2 orang, Lampung Timur 1 orang, Pesawaran 1 orang, dan Tulangbawang Barat 3 orang.

Serangan DBD di Bumi Lampung tidak boleh menyebar luas. Setiap pemerintah daerah di provinsi ini berkewajiban menanggulangi bencana DBD sedini mungkin. Terlebih, saat ini kita memasuki periode pancaroba dengan intensitas hujan mulai meninggi.

Undang-Undang Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bencana merupakan peristiwa mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga munculnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, harta benda, dan dampak psikologis.

Tidak hanya pemerintahan daerah di Bandar Lampung, Tanggamus, Metro, Lampung Timur, Pesawaran, dan Tulangbawang Barat yang harus mewaspadai DBD, seluruh daerah di Lampung pun harus mengantisipasi terjadinya serangan masif penyakit tersebut.

Kewaspadaan terhadap DBD adalah keniscayaan sebab vaksin dengue hingga kini belumlah ditemukan, terlebih berbagai daerah di Indonesia merupakan tempat ideal bagi kehidupan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyebar virus tersebut.

Namun, harus kita ingatkan, kewaspadaan itu tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga menuntut peran serta masyarakat yang celakanya masih sangat rendah, terutama dalam menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta giat memberantas jentik nyamuk.

Kerja sama apik antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci pemberantasan penyakit apa pun, termasuk DBD. Sebaliknya, abai atau lalai terhadap penyakit ini adalah pangkal dari jatuhnya korban jiwa berikutnya.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv