Jakarta (Lampost.co) -- Tak sedikit anak-anak yang memiliki idola superhero, karakter populer yang dikenal lewat film atau komik. Namun, sebuah studi yang dipublikasi dalam Journal of Abnormal Child Psychology menemukan bahwa anak berusia pra-sekolah yang memiliki idola superhero cenderung memiliki perilaku bermasalah. 

"Anak-anak menyerap sifat agresif superhero yang bertentangan dengan karakter positif," ujar peneliti Sarah M. Coyne, profesor di Sekolah Kehidupan Keluarga Universitas Brigham Young.

Menurutnya, dampak tersebut muncul pada anak-anak yang menangkap pesan yang salah dan mengabaikan sifat positif dari banyak superhero. 

Coyne dan para rekannya mewawancarai 240 anak yang menurut orang tuanya terlibat dengan 'budaya superhero' sampai batas tertentu. 

Hasilnya, sebanyak 20 persen anak-anak dengan idola seperti Batman, Captain America, atau Spiderman cenderung menyukai keterampilan kekerasan seperti membanting benda atau cepat marah. 


("Anak-anak menyerap sifat agresif superhero yang bertentangan dengan karakter positif," ujar peneliti Sarah M. Coyne, profesor di Sekolah Kehidupan Keluarga Universitas Brigham Young. Foto: /Unsplash.com)

Perilaku tersebut tergolong buruk untuk kategori anak. Satu tahun setelah wawancara, para peneliti menemukan bahwa anak yang senang dengan 'budaya superhero' umumnya lebih agresif secara secara fisik dan relasional. 

Untuk menghindari kebiasaan buruk tersebut, Coyne menyarankan untuk mulai membicarakan hal tersebut dengan si kecil dan mempertontonkan anak acara yang sesuai dengan usia. 

"Para superhero sendiri memiliki begitu banyak kualitas penyelamatan, jadi saya akan fokus pada mereka sementara tidak menekankan kekerasan," katanya. 

Ia menyarankan orang tua untuk mengarahkan anak-anak ke karakteristik positif superhero dimana perlu ditekankan bahwa tidak perlu kekuatan khusus untuk menjadi kekuatan yang baik. 

"Seorang pahlawan super sejati adalah orang yang baik, pengertian, setia, empatik dan mampu membela orang lain tanpa menggunakan kekerasan."



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR