BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Belum sempat melancarkan aksinya, dua spesialis curanmor yakni Her (32), dan To (33), ditangkap oleh Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Minggu (3/12) dini hari.

Kedua pelaku asal desa Batu Badak, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur ditangkap di Jalan Raya Suban, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, dengan barang bukti satu unit sepeda motor, dan kunci letter T yang biasa digunakan untuk merusak kontak sepeda motor.
Penangkapan dilakukan usai petugas melakukan monitoring, dan pengintaian, salah satu kompolotan curanmor yang biasa beraksi di Kota Metro hendak bermain di Kota Bandar Lampung.
"Dapat informasi usai pengembangan, kalau ada dua pelaku mau main di Bandar Lampung, kita indikasikan mereka ke Panjang, ada di flyover Suban Panjang, langsung kita tangkap," kata Direktut Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji, Senin (4/12/2017), di Mapolda Lampung.
Dari pengakuan tersangka, mereka baru pertama kali hendak beraksi di Bandar Lampung, namun sejumlah aksi pencurian tersebut kerap mereka lakukan di Kota Metro.
"Mereka ngakunya enggak pernah di Bandar Lampung, tapi kalau di Metro sudah mencocokan, dan ada dua LP di Metro," kata Heri.



Sementara To mengaku, dua pencurian kendaraan bermotor tersebut ia lakukan pada bulan Oktober. Modus yang digunakan yakni dengan mengintai rumah-rumah dalam keadaan kosong, atau motor yang diparkir dalam keadaan lengah, kemudian memonitor lokasi sekitar, ketika aman mereka langsung beraksi, terkadang merusak kunci pagar hingga pintu rumah korban.
"Uangnya buat kebutuhan sehari-hari, saya jual Rp3 sampe Rp4 juta, ada yang nampung di Lampung Timur," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR