BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bagiyo Warsito, menjelaskan sawah puso akibat banjir paling banyak terjadi pada bulan Maret yakni Lampung Selatan 881 hektare, Lampung Tengah 126 hektare,  dan Lampung Timur 1.829 hektare. 

Sementara memasuki bulan Desember ini, belum ada laporan terkait banjir yang menggenangi sawah hingga puso. Dijelaskannya, pada November ada 4 hektare yang terendam banjir dan 1 hektare lahan puso di Tanggamus. 



Pihaknya masih menunggu laporan dari Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari seluruh Kabupaten dan kota. 
"Mereka tidak hanya fokus mengurusi dan melaporkan pengamatan hama yang menyerang lahan pertanian,  mereka juga melakukan pengamatan  perubahan iklim, " kaya dia kepada Lampost.co, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya,  curah hujan tinggi memengaruhi meningkatnya serangan hama. 
"Terjadi kecenderungan tanaman diserang hama biasanya musim rendeng dan musim hujan cenderung ada,  memang dia ekosistemnya lembab, "paparnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR