GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Belasan warga Dusun I Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah memprotes pembangunan menara XL, Senin (25/2/2019), karena dinilai tak disosialisasikan terlebih dahulu.

Ani, salah seorang warga mengatakan ia dan sejumlah warga lain pernah dimintai foto kopi KTP dan tanda tangan, tetapi tidak mendapat penjelasan mengenai rencana pembangunan tower. Sebab itu ia dan belasan warga yang berkumpul di dekat lokasi pembangunan tower meminta agar pekerjaan dihentikan dan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jika warga setuju, pembangunan bisa berlanjut.



"Harusnya kami dikumpulkan dan diberi penjelasan. Saya tidak tahu kalau mau dibangun tower itu. Diminta fotokopi KTP dan disuruh tanda tangan ya saya tandatangan aja," kata dia.

Sementara kontraktor menara XL itu, Abda Yuafi mengatakan tower akan dibangun di lahan seluas 12x12 meter milik salah seorang warga Dusun I Nambahrejo, Kotagajah. Sesuai aturan, pihaknya telah mendapat persetujuan dari 11 warga yang tinggal di radius 50 meter dari lokasi pembangunan.
"Ini sudah ada tanda tangan persetujuan. Sudah sesuai aturan radius 50 meter ke semua penjuru," kata dia.

Informasi yabg dihimpun Lampost.co, proses permintaan izin dari warga dusun tersebut diduga diwarnai kecurangan. Warga dimintai fotokopi KTP dan tanda tangan blangko tanpa tahu tujuannya. Selanjutnya sejumlah warga diberi tanda terima kasih sebesar Rp500 ribu per orang. Setelah menyadari, beberapa warga yang ikut tanda tangan memilih mengembalikan uang dan mengajukan protes melalui kepala kampung dan diketahui camat.

Menindaklanjuti pengaduan warga, Kepala Kampung Nambahrejo atas sepengetahuan camat, mengirim surat ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu agar meninjau ulang perizinan tower XL di Nambahrejo Kota Gajah.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR