KALIANDA (Lampost.co) -- Dampak kekeringan yang terjadi sejak satu bulan terakhir mengakibatkan tanaman padi seluas 16 hektare di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengalami gagal panen atau puso. Sedangkan, tanaman padi yang terancam puso seluas 186 hektare.

Hal itu diungkapkan Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santoso saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 16 September 2019. Dia mengaku musim kemarau tahun ini mengakibatkan lahan persawahan kekeringan.



Baca juga: Ribuan Hektare Tanaman Padi di Palas Kekeringan

"Ada tanaman padi seluas 16 hektare yang sudah dinyatakan rusak atau puso akibat kekeringan. Tanaman itu terdapat di areal Desa Bumiasi seluas 5 hektare, Desa Bumidaya (2 hektare), Desa Bandanhurip (2 hektare) Desa Kalirejo (5 hektare) dan Desa Rejomulyo (2 hektare)," kata dia.

Selain puso, kata Agus, seluas 186 hektare tanaman padi yang tersebar di Kecamatan Palas terancam gagal panen. Bahkan, jika hujan tidak kunjung turun dalam satu pekan kedepan, maka tanaman seluas itu akan puso juga. 

"Ya, bisa saja kalau hujan tak kunjung turun. Bisa dipastikan tanaman seluas 186 hektare akan puso juga. Ya, Mudah-mudahan beberapa hari kedepan hujan deras," kata dia. 

Agus menjelaskan secara merinci dari luas tanam padi pada musim gaduh saat ini 2.081 hektare, setidaknya tanaman seluas 930 hektare terancam kekeringan. Namun, 631 hektare dinyatakan kekeringan skala ringan dan 318 kekeringan sedang. 

"Untuk ancaman kekeringan itu berada di lahan areal Desa Pematangbaru, Bangunan, Rejomulyo, Kalirejo, Bandamhurip, Bumidaya, Bumiasih, Bumirestu, Tanjungnya, Bumiasri dan Pulaujaya. Sedangkan, lahan yang sudah alami kekeringan skala ringan dan sedang tersebar di semua desa yang memiliki areal persawahan," kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR