NEW YORK (Lampost.co)--Serangan Israel terhadap warga Palestina mendapat perhatian Belanda. Pemerintah Negeri Kincir Angin itu  menuntut adanya penyelidikan menyeluruh terhadap Israel yang melakukan pembantaian massal terhadap warga Palestina di perbatasan Gaza.

Bentrokan yang pecah pada Senin kemarin diakibatkan protes warga Palestina terhadap pembukaan kedutaaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.
"Sangat pentung bahwa jika satu negara menggunakan kekerasan, harus ada penyelidikan menyeluruh dan mempublikasikan temuan secara terbuka," kata Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok, dikutip dari AFP, Jumat (18/5/2018).
Blok, yang berbicara di rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengaku terkejut atas kekerasan yang terjadi di Gaza yang menewaskan 66 warga Palestina. "Saya menunggu penyelidikan oleh pemerintah Israel," tegas dia.
Kondisi ini juga telah dibahas dalam rapat darurat DK PBB pada Rabu lalu di mana Kuwait akan membuat rancangan resolusi perlindungan bagi warga Palestina.
Di dalam rapat darurat ini, Inggris dan Jerman mendukung penyelidikan independen terkait bentrokan ini. Pasalnya, militer Israel mengaku, mereka membuat pertahanan diri agar warga Palestina tak menyeruak masuk ke perbatasan negaranya.
Begitu juga dengan Prancis, Belanda, Polandia dan Swedia, serta Italia dan Belgia yang menyerukan agar Israel menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR