PRINGSEWU (Lampost.co) -- Kabupaten Pringsewu kini telah menjadi kabupaten rujukan dalam mempelajari tentang Open Defecation Free (ODF).

Kali ini yang belajar ke Pringsewu adalah Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, secara resmi melakukan kunjungan studi komparasi desa Open Defecation Free (ODF).



Tim dari kabupaten Malang yang berjumlah 50 orang ini diterima oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, dan Kadis Kesehatan Pringsewu Purhadi, di ballroom Hotel Regency Pringsewu, Kamis (9/8/2018).

Menurut ketua tim studi komparasi Pemkab Malang Gunawan Djoko Untoro, kedatangan tim besar ini terdiri dari Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas, serta Bappeda. Tujuan kedatangannya ke Pringsewu  adalah dalam rangka mempelajari keberhasilan Pringsewu dalam melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

"Dipilihnya Kabupaten Pringsewu juga merupakan berkat dorongan Bupati Malang yang juga sebagai ketua l AKKOPSI (Aliansi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi), untuk dapat mengunjungi Kabupaten Pringsewu yang telah berhasil mendeklarasikan sebagai Kabupaten ODF. Disamping karena beberapa faktor lainnya, diantaranya yakni kondisi alam serta, kedekatan budaya yang banyak persamaan dengan Kabupaten Malang," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, dalam sambutannya mengatakan keberhasilan Pringsewu yang baru berusia 9 tahun ini sebagai kabupaten ODF 100% merupakan hasil kerja sama yang sinergis antarsemua pihak yang ada di Kabupaten Pringsewu, mengingat masalah sanitasi ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, tetapi juga menjadi tugas dan tanggungjawab bersama.

"Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF pada akhir 2017 lalu, dimana sebelumnya didahului dengan pendeklarasian ODF di setiap pekon atau desa, dan selanjutnya pendeklarasian kecamatan ODF di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu, dimulai dari Kecamatan Pagelaran yang menjadi pilot project ODF," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR