SEORANG warga negara Indonesia (WNI), seorang warga Malaysia, dan dua warga Rohingya ditangkap polisi Malaysia di Kuala Lumpur pekan lalu sebagai sel Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang memiliki julukan "gerombolan serigala".

Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador, dilansir Reuter dan AFP, Senin (13/5), menuturkan keempat tersangka berencana melancarkan serangan besar pada minggu pertama Ramadan. Saat menangkap para tersangka, polisi Malaysia menyita 6 bom rakitan, satu pistol, dan 15 butir peluru.



Rencana serangan itu, menurut Abdul Hamid, untuk membalas dendam atas kematian seorang petugas pemadam kebakaran Malaysia saat kerusuhan rasial di sebuah kuil Hindu, November 2018. Kematian petugas pemadam kebakaran itu memicu kemarahan mayoritas warga muslim Melayu.

"Sel ini juga merencanakan sebuah operasi untuk membunuh tokoh kalangan atas yang dituduh menghina dan gagal menegakkan ajaran Islam," ujar Abdul Hamid, yang menolak menyebut nama tokoh yang menjadi target para tersangka. (detik-news, 13/5)

Pada pekan yang sama, Densus 88 Antiteror Polri membekuk delapan tersangka teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung di berbagai tempat di Bekasi Jawa Barat, hingga Tegal, Jawa Tengah. Jaringan teroris JAD Lampung terkait dengan bom di Sibolga, Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan yang dibekuk pimpinan JAD Lampung SL (34), ditangkap di Pondok Ungu Permai, Sektor V, Babelan, Bekasi. Lalu AN (20) ditangkap di Jalan Keramat Kedongdong, Mangunjaya, Tambun, Bekasi. MC (28) dibekuk di Mintaragen, Tegal Timur.

Empat terduga teroris lainnya dibekuk di Jalan Ratna, Kelurahan Jatikeramat, Jatiasih, Bekasi. Terakhir dibekuk tersangka Rafli, pengontrak Toko Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, di lokasi ditemukan dua bom pipa.

Bom pipa tersebut, menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo, milik EY pimpinan JAD Bekasi. EY ini yang melatih mentornya, SL, dan teman lainnya merakit bom. Dua bom pipa di Bekasi daya ledaknya sama dengan puluhan bom pipa milik teroris Sibolga. (Merdeka.com, 9/5)

"Ini high explosive. Di kelompok radikal dikenal bahannya mother of satan," jelas Dedi.

ISIS membuat serangan besar di Sri Lanka, selnya muncul di Malaysia. JAD juga sejak bom Sarinah diketahui ada hubungan dengan Bahrum Naim di markas ISIS Suriah. Jadi, setelah hancur di Suriah, ISIS mencari lokasi baru.  

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR