KOTA AGUNG (Lampost.co)-- Kakek HR (60) warga Dusun Trimuryo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran ini tega mencabuli keponakan dari istrinya yang masih  di bawah umur. Aksi bejatnya itu telah dilakukan tersangka sebanyak 3 kali hingga meninggalkan trauma mendalam buat korban, Senin (4/2/2019).

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, tersangka berhasil diciduk tim gabungan unit PPA, Tekab 308 dan Intelkam. Penangkapan dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora pada Kamis (31/1) pukul 23.00 WIB.



"Korban B (9) dicabuli oleh pelaku sebanyak 3 kali. Korban dipaksa serta ancaman tersangka hingga terpaksa mengikuti kemauannya," kata Kasat mendampingi Kapolres Tanggamus.

Perilaku kakek yang penuh tato ini dilaporkan oleh ayah korban ke Polres Tanggamus pada tanggal 31 Januari 2019. Hal itu berawal dari kecurigaan sang ayah terhadap anaknya yang mengeluh sakit saat membuang air kecil.

Ayah korban lalu menanyakan hak itu secara perlahan-lahan kepada B. Hingga didapatkan pengakuan jika korban telah berkali-kali diperlakukan tidak senonoh oleh tersangka. Peristiwa memilukan itu terakhir dialami korban pada Sabtu (5/1), sebelumnya hal serupa terjadi di Desember. 

"Setelah tertangkap, ternyata pelaku merupakan buronan Polres Lampung Utara dalam perkara pidana perampokan dan sangat meresahkan," kata dia.

HR selama 2 tahun ini berupaya menghilangkan jejaknya dengan berpura-pura menjalani hidup sebagai petani di Kecamatan Gisting. Tersangka dikenal sadis dalam menjalankan aksinya ketika merampok pengusaha karet. Tidak hanya di Lampung Utara, pelaku juga kerap melakukan perampokan di wilayah Lampung Tengah dan Tulang Bawang.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 76 D Jo 81 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 76 E Jo Pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penentapan PP Pengganti UU RI No. 01 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak ancaman 15 tahun penjara. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR