KALIANDA (lampost.co) -- Mendung siang itu, seperti mengisyaratkan keheningan PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang berada di Jalinsum Km 33-34, Dusun Sukawangi, Desa Campangtiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. 

Tidak ada aktivitas di perusahaan aspal tersebut setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang plang penyitaan sekitar dua pekan lalu. 



Penyitaan dilakukan KPK terkait perusahaan yang sudah beroperasi dua tahun silam ini merupakan milik Bupati Lampung Selatan non aktif Zainudin Hasan yang tersandung kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Didalam perusahaan yang memiliki luas sekitar 1 hektare itu masih banyak terdapat alat berat seperti kendaraan dump truck, stormwales dan lain sebagainya. 

Lahan perusahaan yang didirikan pada tahun 2016 pada awalnya milik warga DKI Jakarta. Selanjutnya, setelah ganti kepemilikan, proses pembangunan perusahaan langsung berjalan. 

Sempat terjadi penolakan oleh warga setempat kala itu, namun setelah ada yang memberitahu kepemilikan perusahaan, masyarakat hanya bisa diam dan proses pembangunan terus berjalan. "Warga sekitar protes karena tidak ada pemberitahuan, tiba tiba alat berat turun," kata Duloh (47) warga sekitar, Minggu (18/11/2018). 

Perusahaan aspal tersebut sempat alami pasang surut, karena beberapa karyawan pernah melakukan unjuk rasa menuntut hak mereka menjelang hari raya Idulfitri silam. "Kalau tidak salah lebaran tahun ini di demo sampai bakar ban segala," ujarnya. 

Pada waktu beroperasi sebelum disita perusahaan aspal itu lakukan aktivitas hingga 24 jam karena banyaknya pesanan. 
"Aktivitasnya siang-malam karena banyak order," ujarnya. 

Saat ini, kata dia, sesekali di dalam perusahaan masih terlihat lakukan aktivitas meski sudah di pasang plang penyitaan KPK. "Masih ada aktivitas didalam meskipun tidak rutin," ujarnya. 

Perusahaan masih terus lakukan aktivitas untuk memenuhi kewajiban yang sudah disepakati sebelumnya. "Masih pak, tapi ngisi kontrak yang dulu," kata  Satpam PT KKI yang enggan namanya ditulis. 

Dijelaskannya, seusai di sita KPK gaji karyawan di perusahaan tersebut saat ini di bayar harian, hanya Satpam masih menerima bulanan. "Kalau pekerja dibayar harian karena pekerjaan sekarang tidak menentu," ujarnya. 

Untuk pimpinan atau manager  perusahan  PT KKI selalu datang setiap hari kerja, hanya saja tidak lama, karena cuma mengontrol. "Setiap hari datang cuma ngecek aja, lalu pergi lagi," ujar dia. 

Terpisah, Kepala Desa Campangtiga, Masri Efendi mengaku tidak mengetahui proses ganti kepemilikan tanah untuk perusahaan aspal yang berada di desanya. 
"Saya tidak tahu proses ganti kepemilikan gimana dulunya, karena tidak pernah dilibatkan," kata dia. 

Menurutnya, proses ganti kepemilikan atau jual beli lahan di urus oleh Kades Campangtiga sebelumnya dan Ketua Apdesi Lampung Selatan. 
"Pak Agus dan Pak Mastur yang ngurus jual beli lahan," kata dia.

 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR