KALIANDA (Lampost.co)-- Satu dari empat pelaku pencuri mur dan baut seberat 2.334 Kg merupakan penjaga keamanan gudang dan mess PT Sentra Karya Mandiri (SKM) yang berada di Dusun Kayuubi, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. 

Keempat pelaku pencuri matrial JTTS tersebut yakni MK (39) warga Desa Sukaraja , Ap (34) warga Desa Sukaraja, MY (19) warga Dusun Kayuubi dan
HS (29) warga Penengahan. 



Modus pelaku saat melakukan aksi pencurian, setelah seluruh karyawan Sub kontraktor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berangkat kerja. Pelaku mengajak tiga orang rekannya mengambil mur dan baut lewat pintu depan, selanjutnya barang curian dibawa menggunakan sepeda motor. 

Para pelaku membawa barang dengan cara mengunjal ke mobil pikap yang sudah stanby di Desa Sukaraja atau sejauh 1 Km. "Dari tempatnya mencuri pelaku membawa barang menggunakan sepeda motor, lalu. Didrop menggunakan mobil pikap," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan, saat press rilis, di Mapolres setempat, Senin (13/8/2018). 

Terakhir keempat tersangka melakukan aksi pencurian milik PT SKM, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 08.00. Barang hasil curian tersebut dijual ke lapak-lapak rongsokan yang berada di Kecamatan Penengahan dan Kalianda. 
"Peristiwa terakhir itu, pihak PT SKM melaporkan ke Mapolsek Penengahan. Mereka sudah melakukan aksi pencurian sejak bulan Mei 2018, " ujarnya. 

Atas Laporan Polisi nomor LP/B-06/VIII/2018/LAMPUNG/LAMSEL/PENENGAHAN, tertanggal 3 Agustus 2018, keempat orang pelaku pencuri diringkus. Setelah dilakukan pengembangan, sebanyak tujuh orang penadah barang hasil curian ikut diringkus. 

Ketujuh orang penadah tersebut yakni Su (34) warga  Desa Kekiling, 
Om (34) warga Kelurahan Way Urang, DS (30) warga Desa Pasuruan, 
HS (48) warga Desa Pasuruan, TI (31) warga Desa Pasuruan, MT(41) warga Desa Klaten dan FLG (23) Desa Rawi. "Akibat perbuatan para pelaku, PT SKM alami kerugian sekitar Rp325 juta," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR