BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasus pengeroyokan di lokasi Geprek Bensu, Kedaton,  Bandar Lampung  yang terjadi pada Jumat (10/8/2018) antsra driver ojek omline dengan karyawan Bensu, berakhir damai.Dalam perdamaian tersebut kedua belah pihak juga merunut kronologis lengkap kejadian sebagai berikut:

1. Pada saat kejadian issue yang beredar adalah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh Karyawan Geprek Bensu Kedaton bernama Alvin dan rekan-rekannya terhadap Mitra Gojek bernama Lutfi dan Ayahnya.
2. Kejadian yang terjadi sejak sore hari hingga malam terekam secara utuh dan baik oleh beberapa kamera CCTV dan telah dijadikan bukti awal oleh Penyidik Polresta Bandar Lampung.
3. Luthfi saat ini masih berada di RSUD Abdoel Moeloek dan dalam perawatan medis akibat luka2 yang dialami.
4. Alfin saat ini berada di Polresta Bandar Lampung.
5. Dari beberapa bukti yang berhasil dikumpulkan dari saksi2 dan dari rekaman CCTV, didapati bukti bahwa masalah yang terjadi adalah diawali oleh perkelahian (duel) antara Luthfi dengan Alvin akibat aksi saling pelotot mata. Itu terjadi di halaman depan parkir motor. Kemudian di fase kedua, Luthfi bersama beberapa rekannya kembali ke Geprek Bensu Kedaton dan mendatangi Alvin. Terjadilah upaya pengeroyokan terhadap Alvin yang dilakukan oleh Luthfi dan rekan2nya. Fase ketiga, Alvin yang merasa terancam memanggil kakaknya. Dan kakak alvin datang bersama beberapa rekan ke Geprek Bensu Kedaton. Pada saat mereka sedang di atas, Luthfi kembali datang bersama ayahnya dengan tujuan untuk klarifikasi masalah. Namun karena suasana sedang panas, maka itikad orang tua Luthfi ini malah berimbas pengeroyokan balasan terhadap Luthfi dan ayahnya. 
6. Rekan-rekan Ojek Online mendengar adanya pengeroyokan terhadap Luthfi yang merupakan salah satu Mitra Ojek Online berkumpul dan menuntut kepada pihak Geprek Bensu Kedaton untuk bertanggung jawab. Pihak Manajemen menyatakan akan siap mempertanggung jawabkan dan menanggung semua biaya pengobatan.
7. Pihak Manajemen Geprek Bensu Lampung komitmen akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perkara. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR