BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala BNN P Lampung Brigjen Tagam Sinaga mengatakan pengungkapan kasus lima Kg sabu dan 5.100 butir ekstasi berawal saat pihaknya mendapat infromasi akan ada barang haram dari Aceh itu masuk ke Lampung.

"Informasinya akan ada seorang anggota Polri terlibat, kita sampaikan ke Kapolda dan dikirim dua personel, kita bergabung dan ungkap kasus ini," kata Tagam saat ekspos di kantornya, Selasa (8/5/2018).



Dia menjelaskan para pelaku adalah jaringan yang dikendalikan oleh seorang napi Marzuli (38) di LP Kalianda, kasus narkotika vonis 8 tahun, yang juga mantan anggota Polres Lampung Selatan.di Lapas Kalianda.

Napi ini yang mengendalikan oknum polisi dan oknum sipir lapas. "Pengakuannya baru setahun, tapi hasil penyidikan kita ini sudah tiga tahun. Napi ini memberi upah untuk oknum pegawai lapas itu Rp5--10 juta per minggu," kata dia.

Barangnya dikirim dari Aceh diambil oknum polisi dibawa ke lapas diserhakan ke sipir dan diantar ke dalam sel. ”Karena kan gak bisa masuk ke dalam sel, jam 2 pagi barang masuk, dia buka sandi brangkas keluarin barang di pecah, baru dipanggil sipir disuruh mebgelurkan barang, lalu diserahkan ke oknum polisi.”

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR