BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dalam surat dakwaan Jaksa Kejati Lampung Andri Kurniawan, disebutkan beberapa cara terdakwa merakit bom yang sempat menghebohkan Transmart beberapa bulan lalu, dalam sidang perdana yang digelar Rabu (5/9/2018). Jaksa mengatakan jika terdakwa Bintang Andromeda memotong botol plastik bekas air minuman menjadi dua bagian menggunakan gunting.

Lalu terdakwa menyatukan tiga petasan dengan lakban kemudian dimasukkan dalam botol bekas minuman, selanjutnya satu diantara petasan itu kertasnya disobek pembungkusnya dan terdakwa tarik sumbunya sehingga bubuk mesiu keluar di dalam botol.



Kemudian beberapa petasan yang sudah disatukan tersebut terdakwa sambungkan dengan kabel sepanjang 10 cm dan menyatukan botol yang berisi petasan dengan botol yang ada diatasnya menjadi lebih pendek kemudian terdakwa masukkan kertas sampai padat dengan tujuan supaya ada tekanan. Selanjutnya terdakwa masukkan 5 buah paku kedalamnya lalu membungkusnya dengan lakban warna cokelat.

"Botol yang sudah diperpendek berisikan bahan berupa paku dan petasan yang dibungkus lakban tersebut dimasukkan ke dalam kotak boklam dengan dua buah kabel menjulur keluar, selanjutnya terdakwa memberi tulisan 1 Mal Bumi Kedaton, 2 Transmart, 3 Mall Kartini," kata Jaksa.

Pada 15 Mei 2018 bom rakitan yang dia buat sendiri tersebut dimasukan ke dalam tas ransel miliknya dan dibawa ke tempat dia bekerja di BFI Finance Lampung. Sesampai dikantor, terdakwa mengikuti rapat selanjutnya seusai rapat dengan mengendari sepeda motor terdakwa menuju Mal Bumi Kedaton dengan tujuan meletakkan bom rakitan tersebut.

"Sesampai di Mal Bumi Kedaton, terdakwa menuju lantai dua kemudian naik ke lantai IV yang ada bioskop XXI namun bisokop saat itu tutup. Selanjutnya terdakwa menuju parkiran karena posisi disekitar ramai dan banyak CCTV terdakwa mengurungkan niat meletakkan bom rakitan tersebut, kemudian terdakwa menuju Transmart," kata Jaksa.

Sesampai di Transmart, terdakwa menuju pintu utama kemudian naik ke lantai 5 yang ada bioskopnya, selanjutnya terdakwa masuk ke dalam WC pria dan meletakkan bom rakitan diatas WC bagian tengah lantai 5 Transmart.

Sekitar pukul 11.15 WIB petugas bioskop sedang ke toilet dan melihat bom rakitan yang diletakkan terdakwa, kemudian petugas melaporkan kepada rekannya untuk diteruskan kepada pihak keamanan mal, lalu pihak keamanan mal mengamankan barang tersebut untuk selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian.

Pada saat kejadian banyak pengunjung yang berhaburan keluar karena ketakutan, pihak Transmart pun menutup aktivitas sementara pusat perbelanjaan itu untuk menghindari adanya korban jiwa.

Dari hasil uji laboratoris kriminalistik Nomor Lab 59/BHF/2018 tertanggal 18 Mei 2018 Buslabfor Bareskrim Polri cabang Palembang, disimpulkan bahwa barang tersebut masuk dalam kategori bom rakitan atau peledak yang belum lengkap karena belum memiliki detenator dan power. Namun, serpihan mengandung bahan peledak jenis low explousive yaitu senyawa amonium, potasium, pechlorat, nitrit, dan karbon.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR