BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Deni Yansah (27) Warga Jalan Putri Balau, Gang Batin Pemuka, Kelurahan, Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, dituntut dipidana penjara selama dua tahun dan enam bulan kurungan atas pembegalan yang dilakukannya  di Jalan Sultan Selamet Kelurahan Kedamian, Kecamatan Kedamaian Bandar Lampung pada 11 Januari 2015.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Randy pengganti Jaksa Alex Sander Mirza dipersidangan pada Selasa (3/6/2018), disebutkan perbuatan terdakwa diancam diatur dalam pidana pasal 365 Ayat (2) Ke-1 dan Ke-2 KUHP Junto pasal 53 Ayat (1) KUHP.



"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada  dalam tahanan, dengantah terdakwa tetap dilakukan penahanan," kata Jaksa Randy.
kejadian bermula pada awal tahun 2015, saat itu Mustakim berkunjung kerumah Rustam pada saat Mustakim bertemu dengan terdakwa. Kesepakatan untuk membegal terjadi di rumah Rustam. Rustam mengetahui bahwa keduanya akan membegal lalu memberikan motor beserta senpi miliknya, jelas Randy.
Tidak lama keduanya berangkat, dijalan terdakwa dan saksi ini bertemu dengan rekanya Tamrin yang hendak menumpang pulang, tepat di lokasi kejadian ketiga orang ini bertemu saksi korban Imron bersama Desi. 

"Mustakim saat itu berteriak Woi, saksi pun menghentikan laju motornya, melihat Imron menghentikan motornya Takim memutar arah dan menodongkan senpi, tapi senpi yang ditodongkan berhasil dirampas oleh saksi korban, saksi kedua atas nama Desi berteriak minta tolong," kata jaksa.
Pada persidangan sebelumnya Mustakim (telah menjalani hukuman) menceritakan, jika perbuatan begal yang mereka lakukan sudah kali kedua aksi pertama berhasil mendapatkan sepeda motor, namun aksi yang kedua digagalkan oleh korban lantaran berteriak.

" Saya main kerumah Ruslan, disitu ketemu rusalan sama dia (terdakwa) ngajak kerja (membegal) saya mau, Rusalan nagasih sepeda motor sama senpi, terus kami berangkat," ujar Mustakim.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR