BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tim Khusus Anti-Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung bergerak cepat usai mendapat laporan adanya korban penjambretan bernama Evi Puspita Sari (28), di Jalan Jenderal Sudirman, Pahoman Senin (1/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

Hanya beberapa jam saja dua pelaku bernama Ryan (26), dan Hendri (49) warga Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Barat itu berhasil diciduk. Pelaku kabur ketika hendak dibekuk di sekitar kediamannya. Pengejaran dilanjutkan di jalan Raden Imba Kusuma, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, karena berusaha kabur ketika terkepung, keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.



Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Komiaris Harto Agung Cahyo, mengatakan pelaku berhasil diamankan usai korban melapor, Tekab dan unit reskrim segera bergerak dengan modal ciri-ciri pelaku. Penyempitan ruang gerak dan koordinasi dengan personel di lapangan membuahkan hasil, pelaku terdeteksi di Sukarame II.
"Tim langsung gerak cepat, kemudian mereka kabur, dan terpaksa kita ambil tindakan tegas, terukur dan terarah kepada kedua pelaku," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (2/1/2017).

Dari keterangan pelaku, selama dua bulan terakhir mereka telah beraksi selama 12 kali di sekitar kota Bandar Lampung di daerah Telukbetung 5 kali, Kemiling 4 kali, dan Pahoman 3 kali. Titik yang dipilih terutama di jalur-jalur panjang yang mudah digunakan untuk melarikan diri. Kedua pelaku juga merupakan residivis, Ryan yang bertugas sebagai eksekutor saat menjambret, pernah menjalani kurungan selama 1,5 tahun di Lapas Way Huwi sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan. Sedangkan rekannya Hendri si pengendara juga residivis curanmor dan penadah, serta menjalani pidana selama satu tahun di lapas yang sama.

"Target pelaku biasanya wanita membawa tas, atau main HP pas lagi di jalan, mereka ini diem dulu di satu titik, mantau terus dapat korban baru mereka pepet, bahkan ada senpi rakitan juga buat nakutin korbannya," kata Harto.
Sementara pelaku menjambret lantaran butuh uang untuk berfoya-foya, seperti mabuk-mabukan bermain biliar, hingga mengonsumsi sabu. Dari hasil rampasannya, biasanya mereka jual di grup sosial media facebook jual apa saja, COD Bandar Lampung.
"Saya jual ke sana karena mudah, cepet dan banyak yang nyari barang murah, uangnya dipake foya-foya," kata Hendri salah satu pelaku.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR