BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mengeluarkan peraturan mengenai pemenuhan beban kerja bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah selama 37,5 jam dalam satu pekan. Peraturan terserbut berlaku juga bagi guru honor.

Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikbud Bandar Lampung, Khairul Athar kepada Lampost.co, Rabu (5/9/2018) mengatakan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 yang dikelurkan mengenai beban kerja tidak hanya berlaku bagi guru berstatus ASN, melainkan dapat dipatuhi juga oleh guru honor.



Menurutnya, guru honor sama-sama memiliki tanggung jawab dalam bekerja yakni selain memberikan materi pembelajaran tatap muka kepada siswa, juga mempunyai kewajiban merancang dan mempersiapkan bahan sebelum diberikan kepada siswa.

“Permendikbud mengenai pemenuhan beban kerja selama 37,5 jam dalam seminggu tidak hanya berlaku bagi guru ASN, diharapkan juga dapat dijalankan oleh guru honor. Permendikbud itu bersifat umum bagi semua guru,” ujar dia.

Ia mengatakan, bila guru honor tidak mengindahkan hal tersebut, pihak sekolah dapat melakukan pembinaan serta mengevaluasi, agar implementasi Permendikbud dapat berjalan sesuai harapan.

“Kami menghimbau sekolah di bawah jajaran Disdikbud Bandar Lampung dapat menjalankan Permendikbud tersebut. Keluarnya Permendikbud tersebut untuk kebaikan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR