BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, selama kurun waktu semester I 2018 telah melakukan penindakan terhadap barang ilegal, dan tak memiliki cukai, dengan nilai sekitar Rp13 miliar, dengan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp6 miliar.

Kakanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Yusmariza mengatakan, penindakan tersebut didominasi oleh rokok ilegal dengan jumlah tindakan 402 kali dari 14 juta batang rokom dengan nilai barang Rp9 miliar, dan potensi kerugian negara mencapai Rp5 miliar.



Kemudian ada 2.300 karton minuman beralkohol ilegal, dengan nilai barang Rp3,5 miliar dan potensi kerugian mencapai Rp800 juta.

Lalu, barang tekstil dan lainnya dengan nilai barang Rp820 juta dengan nominal kerugian negara ditaksir mencapai, Rp55 juta rupiah.

"Penindakan tersebut, dilakukan di seluruh kepaebanan kita, bekerjasama dengan berbagai instansi," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (10/8/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai juga melakukan pemusnahan, terhadap Penindakan petugas KPPBC Tipe Madya Bandar Pabean B Bandar Lampung selama semester II tahun 2017. Rinciannya 3,5 juta barang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp500 juta, 288 bal pakaian bekas dan 34 roll tekstil yang tidak memiliki perizinan dengan kerugian negara mencapai Rp 203,7 juta, dan 1.100 mainan anak.

"Bukan cuma penindakannya, tapi kita bagaimana kita mencegah barang tersebut beredar, karena berbagai penyakit, dan zat-zat, serta dari benda-benda yang tidak memiliki izin tersebut, berbahaya bagi kesehatan masyarakat," katanya. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR