BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Indonesia menduduki peringkat kelima dunia negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia, mencapai 675.700 bayi di tahun 2010 berdasarkan laporan Born Too Soon milik The Global Action Report on Preterm Birth dari PBB. Bayi prematur tidak hanya berukuran lebih kecil daripada bayi pada umumnya, namun mereka juga dapat memiliki berbagai masalah fisik dan perkembangan. 

Bayi-bayi yang lahir prematur antara minggu 23 hingga 28, khususnya, memiliki risiko komplikasi tertinggi seperti cerebral palsy; ADHD; gangguan kecemasan; serta masalah penglihatan, pendengaran, dan pencernaan. Mereka juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi dan merupakan yang paling berisiko untuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).



Sebagian besar kelahiran prematur adalah spontan: berkaitan dengan persalinan prematur atau ketuban pecah dini. Sisanya dilakukan atas dasar komplikasi medis atau obstetrik yang membahayakan kesehatan ibu atau janin.

Pembina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandar Lampung, Dr. dr. Prambudi Rukmono S.PAK mengatakan bayi prematur lahir dari seorang ibu yang masa kandungannya kurang dari 37 minggu dan biasanya mengalami berat badan yang rendah di bawah 2.500 gram atau 2.5 kg.

"Kalau kelahirannya dibawah 37 minggu maka disebut bayi prematur. Ini beresiko gampang sekali mengalami sakit," katanya dalam talkshow kesehatan di Sai Radio 100 FM Lampung Post, Jumat (29/3).

Ia mengatakan bayi prematur kebanyakan organ-organ tubuhnya belum sempurna mulai dari otak, hati, paru-paru dan sebagainya serta anti bodinya belum terbentuk secara sempurna sehingga otomatis gampang sekali sakit, terkena infeksi, dan rentan terkena penyakit.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR