PESAWARAN (Lampost.co) -- Selama pelaksanaan Pilpres dan Pileg, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran telah menerima sebanyak lima laporan dan pengaduan tekait dugaan pelanggaran. 

Ketua Bawaslu Pesawa ran Ryan Arnando mengatakan, selama pelaksanaan pilpres dan pileg di Kabupaten Pesawaran ada beberapa laporan atas dugaan pelanggaran. 



"Pertama dugaan pelanggaran pembuatan kartu BPJS yang diduga digunakan untuk melakukan intimidasi dari media sosial masih ditelusuri, dan belum cukup alat bukti," kata Ryan Arnando, Rabu (24/4/2019).

Dia menjelaskan, selain itu ada juga laporan kekurang surat suara di TPS di Sukaraja dan TPS Negeri Sakti namun bisa diatasi. 

"Ada juga laporan laporan tentang money politik dan laporan protes warga sebanyak 74 orang karena tidak terima kertas suara dan hari ini dilakukan pemilihan ulang di TPS 4 di Desa Bernung, untuk DPD," ujarnya.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR