METRO (Lampost)-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Metro, mengumpulkan puluhan wartawan se Bumi Sai Wawai dalam kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi bersama Media, Pemantau Pemilu dan Tokoh Masyarakat dalam rangka pengawasan tahapan kampanye pemilu tahun 2019. agenda ini berlangsung di Local Education Center (LEC) Kartikatama Kota Metro, Jumat (29/3/2019). 
 
Kordiv PHL Hendro Edi Saputro, mengatakan kegiatan tersebut hendaknya dapat memaksimalkan para jurnalis dalam melakasanakan perannya sebagai control social. "Harapan bawaslu, teman-teman media juga berperan aktif dalam proses pemilu. Karena media-media kan merupakan informasi awal ke masyarakat tentang proses pemilu sehingga hasil dari proses demokrasi ini bisa di percaya oleh masyarakat," katanya. 
 
Hendro juga meminta media dapat melakukan kontrol terhadap pemerintah khususnya ASN yang ada di Metro agar dapat bersikap netral terhadap kepentingan-kepentingan politik. Dan bawaslu siap menerima laporan dan informasi apabila ada ASN yang terlibat politik praktis. 
 
"Dengan semakin dekat nya pesta demokrasi yang tinggal 18 hari lagi, peran media menjadi kontrol terhadap orang-orang yang ingin merusak proses demokrasi sangat diperlukan. Dan jangan segan-segan terhadap media untuk memberikan laporan terhadap ASN yang diduga terlibat politik praktis," ujarnya. 
 
Sementara itu, menanggapi kegiatan tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Metro Abdul Wahab berharap, sosialisasi yang dilakukan Bawaslu Metro agar rekan media lebih dapat memahami tupoksi bawaslu dan lebih aktif lagi dalam mengawasi pemilu 17 april 2019 medatang. 
 
Sehingga, pemilu dapat berjalan sesuai harapan kita semua yaitu jujur, adil, dan berintegritas sehingga menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin yang  berkwalitas. Bawaslu selaku lembaga negara kelak dapat bertindak objektif dan bersinergi dengan media dan gakumdu jika menjumpai pelanggaran-pelanggaran di lapangan dan tidak pandang bulu. Ia menilai, meski Kota Metro merupakan wilayah kecil namun potensi kerawanan dan kecurangan money politiknya tinggi. 
 
"Maka dari itu saya berharap peran pers harus lebih ekstra jangan hanya mengandalkan bawaslu untuk memantau kondisi di lapangan. Pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya, hasil pantauan di lapangan, indikasi kecurangan biasa mendekati hari H, biasanya mulai dari H-7 harus diwaspadai adanya serangan fajar," ujar Wahab.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR