KOTABUMI (Lampost.co)-- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Utara menyebutkan logistik masih menjadi persoalan pokok penyelenggaraan pemilu 2019. Bawaslu mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke depan untuk tidak abai terkait masalah logistik tersebut. 
 
Koordinator Divisi (Kardiv) Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Lampung Utara, Abdul Kholik, Jumat (19/4/2019) mengatakan merujuk catatan petugas pengawas masalah logistik, yakni kurangnya surat suara seperti di tempat pemungutan suara (TPS) 221 di Kecamatan Kotabumi Selatan dengan jumlah kekurangan surat suara mencapai 51 lembar, TPS 58 di Kecamatan Hulu Sungkai (193 lembar), TPS 13 dengan kekurangan 100 lembar, TPS 47 (100 lembar), TPS 50 (20 lembar) dan TPS sisanya rata-kurang 1-2 lembar. 
 
Hal itu, menurutnya menjadi salah satu alasan TPS tidak tepat waktu. Lalu, masalah lainnya yakni tidak tersedianya C1 plano untuk pencatatan hasil penghitungan suara untuk calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) sehingga hasil penghitungan suara seperti di TPS 76, TPS 78, TPS 34, TPS 15, TPS 43 dan TPS 98 terpaksa menggunakan kertas karton. 
 
Untuk kasus permasalahan logistik yang lain adalah rusaknya surat suara seperti di TPS 161 dan TPS 96. Di TPS itu, ditemukan satu lembar surat suara yang mengalami kerusakan mengarah ke salah satu pasangan capres dan cawapres. 
 
"Merujuk catatan form A, dari petugas pengawas, masalah logistik masih menjadi persoalan pokok KPU, khususnya kekurangan surat suara di TPS," kata Abdul Kholik. 
 
YUD

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR