BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar sidang mediasi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung terkait adanya bakal calon anggota legisltif (bacaleg) kedua partai tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah mengatakan bahwa PAN dan PKB melakukan gugatan kepada pihaknya. Ia juga belum bisa mestikan apakah bacaleg dari kedua partai tersebut bisa melaju mengikuti pemilu 2019 atau tidak. Ia mengatakan pihaknya akan menggelar sidang mediasi terhadap gugatan tersebut.



"Kalau PAN akan menggelar sidang mediasi sore hari, kemudian PKB malam harinya. Nanti kita lihat disidang mediasi seperti apa. Apabila gugatan parpol tersebut bisa diterima maka kita bisa mengakomodir calegnya masuk kedalam daftar caleg sementara. Tunggu saja nanti sidang mediasinya," di ballroom Hotel Novotel, Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Minggu (12/8/2018).

Merujuk pada Perbawaslu Nomor 18 Tahun 2018 tentang tata cara penyelesaian sengketa, Bawaslu membuka ruang kepada bacaleg yang TMS melakukan permohonan penyelesaian sengketa yang diajukan oleh Parpol peserta Pemilu maupun bakal calon anggota legislatif.

Ketika pada saatnya nanti pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan, silakan diajukan permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu kepada Bawaslu maksimal 3 hari sejak keputusan/berita acara tersebut dikeluarkan KPU. Tentunya ada persyaratan formil dan materiil yang perlu dilengkapi, apabila berkas yang diajukan belum lengkap akan kami kembalikan dan kami berikan waktu 3 hari untuk melengkapinya.

"Proses sidang sengketa akan berlangsung selama 12 hari kalender yang dimulai dari 2 hari mediasi jika tidak tercapai mufakat maka dilanjutkan 10 hari sidang adjudikasi. Keputusan sengketa oleh Panwaslu bersifat final dan mengikat," katanya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR