BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung memberikan masukan untuk debat publik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung sesi ketiga dengan tema politik, hukum dan keamanan di Hotel Novotel Bandar Lampung, Jumat (11/5) Pukul 19.00 WIB.
Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Adek Arsyari memberikan beberapa catatan kepada pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung. Pertama, moderator tidak boleh memberikan tanggapan, penilaian, jawaban dan sebagainya terhadap jawaban pasangan calon.
"Kedua, cara pengambilan amplop pertanyaan untuk paslon harus dievaluasi. Moderator yang mengambil sendiri amplop pertanyaan sangat subjektif.  Bila perlu biarkan paslon sendiri yang memilih amplop pertanyaan,"katanya dalam pesan WhatsApp, Selasa (8/5/2018).
Ketiga, terkait waktu baik untuk memyampaikan pertanyaan atau tanggapan atau visi misi harus di perhatikan betul. Keempat, moderator jangan melakukan improvisasi yang malah membingungkan paslon. Kelima, moderator harus menyampaikan secara jelas, apakah tanggapan itu bentuknya pertanyaan atau pernyataan.
"Ini harus di perhatikan betul oleh KPU sehingga debat dapat berlangsung secara lebih menarik dan lebih banyak gagasan/ide-ide dari paslon yang dapat tereksploitasi. KPU tidak hanya sekedar melaksanakan debat saja," kata Mantan Ketua Panwaslu Kota Bandar Lampung ini.

Untuk moderator pihaknya menunjuk host TVRI Nasional, Herdina Nurtaati, menjadi moderator debat publik. Kemudian ia mengatakan pertimbangan pihaknya memilih Herdina Nurtaati, karena berpengalaman sebagai News Anchor TVRI Jakarta, MC & Moderator, dan mempunyai integritas, jujur, simpatik dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon. 

PENULIS

Triyadi Isworo

TAGS


KOMENTAR