BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Badan Pengawas Pemilihan Umum terus melacak bakal calon anggota legislatif (caleg) yang terindikasi sebagai mantan koruptor, mantan terpidana bandar narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak-anak.
Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga, Iskardo P Panggar mengatakan bahwa pihaknya bersama jajaranya menelusuri caleg-caleg yang terindikasi melanggar pakta integritas yang sudah disepakati dan yang telah diatur sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Bawaslu terus melakukan pencegahan, jangan sampai ada caleg yang melanggar pakta integritas," katanya kepada Lampost.co, Jumat (27/7/2018).
Ia mengimbau kepada seluruh partai politik untuk taat dan patuh dalam melengkapi persyaratan calon anggota legislatif baik yang duduk di DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota sebagai wakil rakyat. Partai politik juga harus memberikan pilihan calon pemimpin yang terbaik untuk masyarakat.
"Kita menghimbau kepada parpol untuk taat pakta integritas yang sudah di tandatangani. Apabila kita mendapatkan informasi pelanggaran maka akan segera kita telusuri. KPU juga mempunyai data-data terkait bacaleg tersebut," kata Mantan Ketua KPU Kabupaten Way Kanan ini.
Mengenai Agus Bakhti Nugroho bacaleg DPR RI DAPIL Lampung 1 dan Gilang Ramadhan bacaleg DPRD Provinsi Lampung Dapil 3 yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) pihaknya masih mengedepankan praduga tidak bersalah dan melihat tindak lanjut dari KPK.
"Kita kedepankan praduga tidak bersalah terlebih dahulu. Kita akan serahakan proses kepada KPU seprti apa," katanya.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Teknis, Ahamad Fauzan mengatakan pencalonan Agus Bakti Nugroho dan Gilang Ramadhan masih tetap berlanjut. Sebelum adanya keputusan hukum tetap maka pihaknya akan tetap melakukan proses. Untuk perbaikan data calon pada 22-31 Juli 2018, verifikasi perbaikan calon 1-7 Agustus 2018, dan penyusunan penetapan DCS 8-12 Agustus 2018.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR