BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) diharapkan tidak tebang pilih dalam menertibkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang mencuri star duluan untuk kampanye sosialisasikan diri dan citra diri melalui baliho, spanduk, stiker, dan media sosial.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Bambang Suryadi mengatakan bahwa pengawas pemilu jangan tebang pilih dalam menegakan aturan. Ia juga mengatakan sebagai bacaleg DPR RI Dapil Lampung II siap mengikuti aturan yang ada. Ia mengatakan peraturan dijalankan oleh KPU, diawasi oleh Bawaslu dan dilaksanakan oleh partai politik.



"Bacaleg mulai kampanye setelah ada penetapan daftar caleg tetap dibulan september nanti. Saat itu calon atau parpol boleh melakukan sosialisasi atau kampanye," katanya di Ruang Kerjanya DPRD Provinsi Lampung, Senin (27/8/2018).

Ia juga mengatakan apabila ada yang menemukan bacaleg yang sudah bersosialisasi sebelum adanya penetapan DCT,  maka lembaga pengawas pemilu ini harus segera bertindak untuk menegakan aturan tersebut.

"Harus ditindak, apakah dengan menyurati yang bersangkutan atau parpol. Jika sudah beberapa kali ditegur tidak ditanggapi,  baru eksekusi di Gakkumdu. Kemudian, tindaklanjut rekomendasi Bawaslu itu yang harus ditindaklanjuti oleh KPU," katanya.

Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan, Iskardo P Panggar mengatakan bahwa seluruh bacaleg harus menahan diri. Sesuai peraturan Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Pasal 492 Undang-undang (UU) yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR