BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menegaskan bahwa bacaleg yang bermasalah seperti mantan terpidana kasus korupsi, mantan terpidana kasus narkoba dan mantan terpidana pelecehan seksual terhadap anak harus dibersihkan.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah mengatakan bahwa bacaleg yang diadukan oleh masyarakat dan diduga bermasalah harus dipetakan dan diklarifikasi secara mendalam oleh pihak KPU. Kemudian bacaleg yang bermasalah diwajibkan untuk jujur dan transparan mengumumkan dirinya di media masa.



"Kita sedang melisting data caleg-calegnya permah menjadi terpidana tapi belum melakukan pengumuman di media. Kita akan surati mereka dan diwajibkan untuk mengakui dan menyampaikan kepada publik melalui media masa," katanya usai menghadiri ujian doktor Pemimpin Redaksi Lampung Post di GSG Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Kamis (30/8/2018).

Sementara itu Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum, M. Tio Aliansyah mengatakan untuk bacaleg yang diduga pernah menjadi narapidana yang yang dikurung maupun percobaan, kita akan melakukan pembahasan di rapat pleno pada 1 September 2018 apakah bacaleg tersebut memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

"Apabila ada yang tidak terima putusan kita dipersilahkan melalukan gugatan di Bawaslu," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai PKPU 20/2018 Pasal 7 menyebutkan bahwa mantan terpidana yang telah selesai menjalani masa pemidanaannya, dan secara kumulatif bersedia secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik, serta mencantumkan dalam daftar riwayat hidup.

"Bagi bacaleg yang pernah terpidana ringan (culpa levis) atau terpidana yang tidak ditahan atau dikurung maka bacaleg tersebut harus melampirkan salinan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, surat keterangan dari kejaksaan yang menerangkan bahwa yang bersangkutan tidak menjalani pidana dalam penjara," katanya.

Kemudian melampirkan surat dari pemimpin redaksi media massa yang menerangkan bahwa bakal calon telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai terpidana. Lalu melampirkan juga bukti pernyataan atau pengumuman yang ditayangkan di media massa tersebut.

"Sementara untuk bacaleg yang mantan terpidana yang pernah ditahan, hampir sama seperti mantan terpidana ringan. Namun ditambahan dengan melampirkan surat keterangan dari kepala lembaga pemasyarakatan yang menerangkan bahwa bakal calon yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap," kata Mantan Komisioner KPU Kabupaten Lampung Utara ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR