BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Hermanto (33) warga Marta Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terdakwa pembawa daging celeng dituntut 18 bulan penjara di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu, 18 September 2019.

Terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ponco Santoso karena kedapatan membawa daging celeng seberat 4 ton tanpa dilengkapi dokumen atau surat yang sah dengan pelanggaran tentang perlindungan konsumen. "Terdakwa terbukti melanggar Pasal 62 Ayat (1) jo Pasal 3 Ayat (1) huruf a dan Ayat (2) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terhadap terdakwa dituntut selama 1 tahun dan 6 bulan penjara," kata Ponco Santoso, dalam tuntutannya.



Dalam dakwaan, ada beberapa hal yang memberatkan yaitu terdakwa tidak mengindahkan dan melanggar pasal terkait perlindungan terhadap konsumen. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengaku bersalah dan berlaku sopan selama persidangan.

"Terdakwa tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh ketentuan perundang-undangan dalam memperdagangkan barang, tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barangnya," ujarnya.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap membawa daging celeng tanpa dokumen yang jelas di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan pada 28 April 2019 sekitar pukul 17.30 WIB, menggunakan kendaraan truk jenis Mitsubishi Colt Diesel BG-8997-YA, warna kuning dengan tujuan Solo, Jawa Tengah dengan imbalan Rp7 juta. Namun terdakwa baru dibayar Rp3 juta oleh rekannya Iwan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR