BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung bersama Liasion Officer (LO) atau Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung menyepakati batas pengeluaran dana kampanye sebesar Rp72.394.041.400. Batas dana tersebut akan digunakan selama kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak gelombang ketiga pada 27 Juni 2018.
Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono, mengatakan pembahasan tersebut sesuai kemampuan pasangan calon, terkait proporsi sumbangan kampanye dari perorangan, perusahaan dan badan hukum serta LHKPN masing-masing pasangan calon. Ia juga mengatakan dana kampanye tersebut berkaitan dengan manfaat bagi masyarakat dalam menentukan pilihan dan untuk pendidikan politik masyarakat Lampung 
"Kita (KPU) bersama para LO sudah sepakat batasan pengeluaran dana kampanye sebesar Rp72 miliar yang dituangkan dalam berita acara," katanya usai Rapat Koordinasi Kampanye dan Pelaporan Dana Kampanye Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018 di Bukit Randu Hotel, Bandar Lampung, Kamis (8/2/2018).

Kemudian ia juga mengatakan selama masa kampanye yang dimulai sejak 15 Februari 2018 sampai 23 Juni 2018 mendatang, para calon dilarang memberikan doorpraise atau hadiah kepada pemilih. Apabila hal tersebut dilakukan implikasinya bisa membatalkan calon. Hal tersebut dilakukan karena ingin menciptakan kesetaraan yang sama dan ingin kondusif kepada seluruh pasangan calon.
"Ada 119 hari setelah dikurangi hari libur dan hari raya keagamaan, yang efektif untuk kampanye. Berapapun dana yang dipakai nanti pertanggungjawabannya kepada publik," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR