Rotterdam (Lampost.co) -- Sebuah mobil van ditemukan di dekat panggung konser musik di Rotterdam. Penggagalan ini dilakukan hanya berselang beberapa jam setelah kepolisian Spanyol membatalkan konser musik rock tersebut.

Pengemudi van telah ditangkap polisi. Diketahui mobil tersebut terdaftar di Spanyol.



Dilansir dari BBC, Kamis, 24 Agustus 2017, Mayor Ahmed Aboutaleb menuturkan konser musik rock tersebut akan menampilkan band Amerika Serikat Allah-Las. Band ini memang kerap mendapatkan ancaman teror lantaran nama mereka.

Kelompok musik ini akan menampilkan pertunjukkannya di The Maassilo. "Meski demikian, kami masih belum tahu apakah van tersebut berhubungan dengan ancaman teror yang didapat grup band tersebut," kata Aboutaleb.

Pengemudi van yang adalah seorang warga Spanyol sudah ditahan dan kini dalam penyelidikan polisi. Sementara itu, tim penjinak bom dengan rompi antipeluru telah ada di lokasi tempat van ditemukan. 

Rencananya, mereka akan mengevakuasi van untuk menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut. Penemuan van tersebut rupanya lantaran ada deteksi tabung gas di sekitar arena konser.

"Alat kepolisian telah mendeteksi adanya gas di sekitar arena konser. Dan ternyata merujuk ke mobil van tersebut," terang Aboutaleb.

"Berhubungan atau tidak gas di van tersebut dengan serangan teror masih belum diketahui pasti. Namun, ini yang sedang kami selidiki," lanjutnya.

Eropa yang sedang darurat teror semakin memperketat keamanannya. Terlebih lagi, pekan lalu Spanyol dihantam teror yang menewaskan 15 orang di dua tempat.

Kemudian, di rumah terduga teroris ditemukan beberapa tabung gas yang rencananya digunakan untuk serangan bom di tempat terbuka penuh turis mancanegara.

Grup band Allah-Las dalam wawancaranya menuturkan mereka sering mendapat kecaman dan ancaman dari Muslim yang menentang mereka menggunakan kata 'Allah' untuk nama band tersebut. Mereka mengaku memakai kata itu untuk membuat nama mereka religius, dan terinspirasi dari grup band Jesus and Mary Chain.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR