KALIANDA (Lampost.co)--Baru satu tahun di bangun, Jalan Tariti Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, sudah retak. Jalan rabat beton yang didanai dari anggaran dana desa (DD) 2018 itu didiga tidak sesuai spesifikasi. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, jalan yang berada diareal perkebunan tersebut banyak dijumpai keretakan pada jalan. Hingga kini, retaknta jalan rabat beton itu dibiarkan saja. 



Menurut salah satu warga Desa Margasari yang enggan namanya disebutkan, jalan tariti dibangun menggunakan anggaran DD 2018. Dimana, keretakan itu sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. 

"Kami juga heran, jalan rabat beton berada di perkebunan dan lebarnya sekitar 1,5 meter, tapi sudah retak. Padahal, jalan itu tidak pernah dilintasi kendaraan bertonase besar. Paling hanya motor saja yang lewat," kata dia, Minggu, 15 September 2019.

Anggota BPD Margasari, Supri, membenarkan bila jalan tariti yang dianggarkan dari anggaran DD 2018 sudah retak. Bahkan jalan itu sempat viral karena pihak pemerintah desa tidak transparan dalam mengelola pembangunan tersebut. 

"Tahun lalu kami belum dilantik sebagai BPD. Jadi, kami tidak mengawasinya. Tapi, memang itu sempat viral karena pihak desa tidak transparan. Lihat saja sekarang banyak yang retak-retak," kata dia. 

Supri mengatakan Jalan Tariti berupa rabat beton itu sempat ditinjau oleh pihak Inspektorat dan Anggota DPRD Lamsel. Namun, hingga kini tidak ada tindaklanjutnya. "Sempat dari Inspektorat Lamsel dan DPRD Lamsel turun langsung cek lokasi. Tapi, enggak tau kelanjutannya seperti apa. Jalan yang retak masih dibiarkan," kata dia. 

Sementara itu, Ketua BPD Margasari, Abdul Manan mengatakan berdasarkan laporan Pemerintah Desa Margasari, Jalan Tariti itu dibangun menggunakan DD 2018 dengan nilai Rp82,7 juta. Dimana, volume jalan rabat beton itu sepanjang 360 meter, lebar 1,5 meter dan ketebalan 0,10 meter. 

"Karena kami masih baru, kami hanya meminta jalan itu diperbaiki. Kami juga minta agar desa membangun jalan dari DD sesuai spesifikasi, jangan asal-asalan. Kalau retak gitu, jangan-jangan enggak sesuai spesifikasi jalan rabat beton," kata dia. 

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Margasari Hermawan tidak merespon. Padahal, nomor ponselnya dalam keadaan aktif. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR