LIWA (Lampost.co) -- Penerapan penebusan pupuk bersubsidi melalui sistem e-billing di Lampung Barat hingga saat ini baru dapat diberlakukan di satu dari 15 kecamatan yang ada.

Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Yedi Ruhyadi, Senin (20/9/2019), mengatakan pelaksanaan penebusan pupuk bersubsidi dengan sistem e-billing baru dapat dilaksanakan disatu dari 15 kecamatan karena berbagai faktor.



"Untuk sementara ini penebusan pupuk melalui sistem e-billing baru dapat dilaksanakan di wilayah Kecamatan Balikbukit saja dan belum menjangkau kecamatan lainya. Pertimbanganya adalah karena masih terbatasnya atau faktor jaringan internetnya yang belum dapat menjangkau semua wilayah," ujarnya.

Selain itu lanjut dia, pihaknya juga menunggu kesiapan pihak Bank BPD selaku bank yang ditunjuk untuk menangani administrasi pembayaran pupuk bersubsidi.

Karena terkendala jaringan internet serta kesiapan dari BPD maka penebusan pupuk secara e-billing belum dapat diterapkan ke seluruh kecamatan. Untuk kecamatan lainya, penebusan masih dilakukan secara manual.

Ia menambahkan, kedepan yang menyangkut program pertanian mulai tahun 2020 provinsi Lampung akan menerapkan kartu tani berjaya. Untuk menyambut program itu maka tahun ini pemerintah sedang melaksanakan tahap persiapan.

Dalam tahap persiapan ini Pemkab melalui pihaknya tengah melaksanakan penginputan data e-RDKK atau e-billing (e-data base) pertanian.

Ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah petani yang sudah terinput ke dalam e-data base itu baru mencapai 1.400 orang dengan jumlah luas areal pertanian seluas 4.941 Ha atau baru 40% dari total luas lahan baku (sawah) sebanyak 13 ribu Ha.

Dilihat dari jumlah itu lanjut dia, maka dapat dipastikan masih banyak petani atau masih sekitar 60% lagi lahan baku (sawah) lagi yang belum terinput dalam e-data base.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR