KEJELIAN dalam memilih dan menempatkan aksesori mampu membuat sebuah hunian lebih terkesan hidup. Penempatan aneka hiasan dalam sebuah ruangan, selain memberikan nilai tambah, juga dapat merefleksikan karakter si tuan rumah.

Seperti pemilihan aksesori berupa barang-barang antik yang sampai saat ini masih banyak diminati. Tidak sedikit masyarakat yang berburu barang antik sebagai pilihan hiasan huniannya.
Mereka bahkan rela menyisihkan waktu dan biaya untuk mencari benda-benda antik hingga ke berbagai daerah. Makin antik dan langka suatu benda, harganya pun makin mahal.



Di Bandar Lampung, berburu koleksi hiasan kuno bisa dilakukan di kawasan Jalan Kamboja, Enggal, Bandar Lampung. Pemilik salah satu toko barang antik, Kristian, menyebut sebuah benda dikatakan antik karena mempunyai nilai sejarah dan tradisi yang melekat.
Umumnya, mutu sebuah benda antik ditentukan oleh keutuhan, kelangkaan, dan keindahan benda tersebut. Benda-benda antik tersebut selain berfungsi sebagai koleksi, juga dapat mempercantik hunian.

Menurut Kristian, benda antik yang paling banyak diminati untuk hiasan ruangan banyak macamnya, mulai dari keramik, gerabah, perabot berbahan kayu, tekstil, hingga kaca, perak dan emas. Benda tersebut biasanya dijadikan hiasan pada sudut sudut ruangan, maupun tempat-tempat lain seperti dinding hingga kamar tidur.

"Seperti piring keramik biasanya untuk dinding ruang tamu atau ruang tengah, begitu juga dengan lampu gantung. Sedangkan untuk lemari antik lebih banyak di kamar atau ruang keluarga," ujar Kristian, Kamis (18/10).

Selama ini Kristian mengaku memperoleh barang-barang antik dari berbagai tempat baik di Lampung ataupun luar Lampung. Umumnya benda-benda itu didapatkan dari daerah pelosok seperti di Way Kanan.

Perawatan Khusus

Tidak cukup dengan berburu, pencinta benda-benda antik juga perlu melakukan perawatan khusus. Kristian menyarankan benda kuno yang lebih spesial sebaiknya ditempatkan secara khusus. Misalnya dengan membuat tempat penyimpanan seperti di dalam lemari kaca.

"Untuk barang-barang yang tidak mudah pecah seperti gelas, teko kuningan bisa diletakkan di atas meja. Sedangkan untuk yang mudah pecah seperti piring keramik biasanya ditempelkan di dinding," ujar Kristian.

Untuk harga, menurut Kristian, barang-barang antik memiliki harga yang variatif bergantung pada tipe barang, tingkat kelangkaan, dan usia barang.

"Pilihan masyarakat relatif berbeda bergantung pada selera. Namun yang paling banyak dicari umumnya adalah kain antik, itu yang diburu," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR