KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, menyatakan rendahnya capaian imunisasi measles rubella (MR) di Lampung Selatan, disebabkan masih banyaknya penolakan dari orang tua dan sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Lamsel Kristi Endarwati mengatakan hingga kini imunisasi campak dan rubella atau MR di Kabupaten Lamsel baru mencapai 68,5 persen. Masih rendahnya capaian itu diakibatkan karena masih banyak warga yang menolak terhadap MR. 



"Ya, masih banyak yang enggak mau kalau anaknya diimunisasi MR. Kita juga tak bisa memaksakan kalau mereka menolak. Terkadang ada orang punya keyakinan bahwa itu haram, walaupun itu sudah ada Fatwa MUI," kata dia, Rabu (3/10/2018).

Meski demikian, kata Kristi, pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan agar pihak sekolah atau pun orang tua mau anaknya diberi vaksin imunisasi MR. Apalagi saat ini masa imunisasi MR diperpanjang hingga akhir Oktober. 

"Tapi, ada beberapa sekolah di Kecamatan Merbaumataram yang tadinya enggak mau diimunisasi, tapi Insyaallah minggu pekan ini akam kita beri imunisasi. Ya, secara perlahan yang penting pasti," kata dia.

Kristi mengatakan untuk meningkatkan pencapaian MR Tim Puskesmas siap memberikan pelayanan imunisasi MR baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

"Bagi anak yang belum imunisasi MR bisa mendatangi ke puskesmas dan posyandu di wilayahnya masing-masing," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, capaian imunusasi MR di Lamsel baru mencapai 187.247 anak atau 68,5 persen dari target 95 persen. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR